Tercemar limbah berat, PDAM siap suplai air ke Jabon
Kamis, 13 September 2012 - 23:30 WIB
Tercemar limbah berat, PDAM siap suplai air ke Jabon
A
A
A
Sindonews.com - Desakan DPRD Sidoarjo agar wilayah Kecamatan Jabon disuplai air bersih, mendapat respon positif. Pasalnya, PDAM Delta Tirta Sidoarjo bakal mensurvei daerah Jabon dan sekitarnya yang tercemar logam berat untuk pendistribusian air bersih.
Diharapkan, nantinya warga di wilayah paling selatan Kabupaten Sidoarjo itu bisa menikmati air bersih. Sehingga warga agar tidak lagi mengonsumsi Air Bawah Tanah (ABT) yang tercemar limbah berbahaya itu.
Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Delta Tirta, Iwan Prasetyo, mengatakan pihaknya akan menyurvey lokasi untuk pemasangan jaringan pipa ke daerah yang tercemar.
"Kami akan memprioritaskan daerah mana saja yang akan dialiri air PDAM dan akan diambilkan darimana," ujar Iwan menjelaskan, Kamis (13/9/2012).
Sejauh ini, lanjut Iwan, pipa PDAM sudah terpasang hingga Keboguyang disebelah utara Sungai Porong. Namun pemasangan itu tidak dilanjutkan karena saat itu warga minta air gratis. Ketika kondisinya seperti sekarang ABT tercemar limbah, pihaknya akan mencari alternatif dan pendaannya bisa diusulkan melalui APBN.
PDAM juga akan sosialisasi ke warga, jika nantinya pipa sudah terpasang air yang disalurkan tidak gratis. Iwan yakin warga bisa menerima, karena PDAM juga menggunakan biaya untuk mengalirkan air ke rumah warga.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Erni Setyawati saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu daerah di Jabon yang tercemar logam berat. Meski demikian, setelah tahu daerahnya pihaknya akan mengambil sample untuk diuji.
"Daerah mana dulu, kita akan uji airnya di laboratorium," tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, dr Wijono menegaskan jika daerah yang tercemar limbah berat di sepanjang Sungai Porong. Dia mencontohkan, seperti Desa Kupang dan sekitarnya. Wilayah tersebut berdekatan dengan Sungai Porong dan secara otomatis rembesan air sungai masuk ke sumur warga.
“Iodium yang ada dalam kandungan air kalah dengan logam berat sehingga jika diminum terus menerus efeknya gondok dan tubuh menjadi kerdil,” ujar politisi asal PDIP tersebut.
Wijono menambahkan, pihaknya terus mengupayakan agar Kecamatan Jabon bisa mendaoat suplai air bersih. Hal ini perlu dilakukan karena dia tidak mau pembangunan di Sidoarjo tidak merata. Dan, sudah menjadi tanggungjawab PDAM sebagai BUMD milik Pemkab Sidoarjo untuk menyuplai air bersih ke wilayah Jabon.
Diharapkan, nantinya warga di wilayah paling selatan Kabupaten Sidoarjo itu bisa menikmati air bersih. Sehingga warga agar tidak lagi mengonsumsi Air Bawah Tanah (ABT) yang tercemar limbah berbahaya itu.
Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Delta Tirta, Iwan Prasetyo, mengatakan pihaknya akan menyurvey lokasi untuk pemasangan jaringan pipa ke daerah yang tercemar.
"Kami akan memprioritaskan daerah mana saja yang akan dialiri air PDAM dan akan diambilkan darimana," ujar Iwan menjelaskan, Kamis (13/9/2012).
Sejauh ini, lanjut Iwan, pipa PDAM sudah terpasang hingga Keboguyang disebelah utara Sungai Porong. Namun pemasangan itu tidak dilanjutkan karena saat itu warga minta air gratis. Ketika kondisinya seperti sekarang ABT tercemar limbah, pihaknya akan mencari alternatif dan pendaannya bisa diusulkan melalui APBN.
PDAM juga akan sosialisasi ke warga, jika nantinya pipa sudah terpasang air yang disalurkan tidak gratis. Iwan yakin warga bisa menerima, karena PDAM juga menggunakan biaya untuk mengalirkan air ke rumah warga.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Erni Setyawati saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu daerah di Jabon yang tercemar logam berat. Meski demikian, setelah tahu daerahnya pihaknya akan mengambil sample untuk diuji.
"Daerah mana dulu, kita akan uji airnya di laboratorium," tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, dr Wijono menegaskan jika daerah yang tercemar limbah berat di sepanjang Sungai Porong. Dia mencontohkan, seperti Desa Kupang dan sekitarnya. Wilayah tersebut berdekatan dengan Sungai Porong dan secara otomatis rembesan air sungai masuk ke sumur warga.
“Iodium yang ada dalam kandungan air kalah dengan logam berat sehingga jika diminum terus menerus efeknya gondok dan tubuh menjadi kerdil,” ujar politisi asal PDIP tersebut.
Wijono menambahkan, pihaknya terus mengupayakan agar Kecamatan Jabon bisa mendaoat suplai air bersih. Hal ini perlu dilakukan karena dia tidak mau pembangunan di Sidoarjo tidak merata. Dan, sudah menjadi tanggungjawab PDAM sebagai BUMD milik Pemkab Sidoarjo untuk menyuplai air bersih ke wilayah Jabon.
(azh)