Dana pengamanan Kota Surabaya ditambah Rp600 juta
Rabu, 12 September 2012 - 20:52 WIB
Dana pengamanan Kota Surabaya ditambah Rp600 juta
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) benar-benar ingin meningkatkan pengamanan kota. Buktinya, mereka mengajukan tambahan dana untuk biaya pengamanan sebesar Rp600 juta.
Bakesbanglinmas mengajukan tambahan anggaran dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun ini. Daro total pengajuan, uang itu akan digunakan di rekening atau pos pengamanan kota. Untuk rinciannya, Rp400 juta buat pengamanan kota dan Rp200 juta digunakan untuk tambahan lembur petugas dan tambahan uang BBM imbas larangan premium bagi kendaraan dinas.
Kepala Bakesbanglinmas Soemarno mengatakan, pengamanan kota biasanya ikut melibatkan jajaran samping. Misalnya, polisi dan TNI. Secara prinsip, institusi samping memang memiliki anggaran sendiri. Namun, pemkot juga bertanggung jawab menciptakan keamanan kota. Termasuk, dengan mendukung tugas-tugas jajaran samping itu.
“Jadi pengajuan tambahan itu kami harap bisa disetujui di PAK,” ujar Soemarno menjelaskan kepada wartawan, Rabu (12/9/2012).
Umumnya, jajaran samping mengajukan program atau rencana pengamanan kota ke wali kota. Lantas, dari wali kota akan memberikan disposisi pada Bakesbanglinmas untuk berpartisipasi. Barulah, uang dicairkan dari pos pengamanan kota yang ada di Bakesbanglinmas. Pemkot memang wajib bersinergi dengan jajaran samping guna menjaga keamanan dan ketertiban kota.
“Pengamanan kota ini terkait dengan acara-acara besar yang dihelat seperti peringatan 10 November, Natal, dan tahun baru,” ungkapnya.
Dia menyatakan, hal serupa sudah dilakukan pada momentum Ramadan dan Lebaran. Pemkot dan jajaran jor-joran melakukan pengamanan terpadu. Hasilnya pun tidak mengecewakan untuk kota sekelas Surabaya.
Peringatan hari besar atau nasional seperti natal dan tahun baru adalah agenda rutin. Mengapa tidak dianggarkan awal tahun saja dalam APBD murni? Soemarno berkilah, dalam APBD murni anggaran bagi Bakesbang Linmas cenderung kecil. Yakni, sekitar Rp11 miliar. Angka ini bahkan lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Sudah disepakati di awal pembahasan, jika di tengah jalan anggaran menipis, dalam PAK bakal diajukan tambahan dan diloloskan dewan.
“Kalau memang cukup, kami tidak meminta tambahan. Kalau kurang, kami diperbolehkan minta tambah. Hal ini sudah diperkirakan dan dibicarakan di awal pembahasan APBD,” jelasnya.
Anggota badan anggaran DPRD Agus Sudarsono menyatakan, PAK dibuat untuk ruang evaluasi penyelenggaraan anggaran kota. Tak hanya menambah anggaran atau kegiatan, mengurangi anggaran atau program juga diperbolehkan. “Namun, tetap akan dibahas bersama dengan DPRD,” tandasnya.
Bakesbanglinmas mengajukan tambahan anggaran dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun ini. Daro total pengajuan, uang itu akan digunakan di rekening atau pos pengamanan kota. Untuk rinciannya, Rp400 juta buat pengamanan kota dan Rp200 juta digunakan untuk tambahan lembur petugas dan tambahan uang BBM imbas larangan premium bagi kendaraan dinas.
Kepala Bakesbanglinmas Soemarno mengatakan, pengamanan kota biasanya ikut melibatkan jajaran samping. Misalnya, polisi dan TNI. Secara prinsip, institusi samping memang memiliki anggaran sendiri. Namun, pemkot juga bertanggung jawab menciptakan keamanan kota. Termasuk, dengan mendukung tugas-tugas jajaran samping itu.
“Jadi pengajuan tambahan itu kami harap bisa disetujui di PAK,” ujar Soemarno menjelaskan kepada wartawan, Rabu (12/9/2012).
Umumnya, jajaran samping mengajukan program atau rencana pengamanan kota ke wali kota. Lantas, dari wali kota akan memberikan disposisi pada Bakesbanglinmas untuk berpartisipasi. Barulah, uang dicairkan dari pos pengamanan kota yang ada di Bakesbanglinmas. Pemkot memang wajib bersinergi dengan jajaran samping guna menjaga keamanan dan ketertiban kota.
“Pengamanan kota ini terkait dengan acara-acara besar yang dihelat seperti peringatan 10 November, Natal, dan tahun baru,” ungkapnya.
Dia menyatakan, hal serupa sudah dilakukan pada momentum Ramadan dan Lebaran. Pemkot dan jajaran jor-joran melakukan pengamanan terpadu. Hasilnya pun tidak mengecewakan untuk kota sekelas Surabaya.
Peringatan hari besar atau nasional seperti natal dan tahun baru adalah agenda rutin. Mengapa tidak dianggarkan awal tahun saja dalam APBD murni? Soemarno berkilah, dalam APBD murni anggaran bagi Bakesbang Linmas cenderung kecil. Yakni, sekitar Rp11 miliar. Angka ini bahkan lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Sudah disepakati di awal pembahasan, jika di tengah jalan anggaran menipis, dalam PAK bakal diajukan tambahan dan diloloskan dewan.
“Kalau memang cukup, kami tidak meminta tambahan. Kalau kurang, kami diperbolehkan minta tambah. Hal ini sudah diperkirakan dan dibicarakan di awal pembahasan APBD,” jelasnya.
Anggota badan anggaran DPRD Agus Sudarsono menyatakan, PAK dibuat untuk ruang evaluasi penyelenggaraan anggaran kota. Tak hanya menambah anggaran atau kegiatan, mengurangi anggaran atau program juga diperbolehkan. “Namun, tetap akan dibahas bersama dengan DPRD,” tandasnya.
(azh)