Pantau pelayanan, RSUD dr Soewandhi dipasang CCTV
Selasa, 11 September 2012 - 18:06 WIB
Pantau pelayanan, RSUD dr Soewandhi dipasang CCTV
A
A
A
Sindonews.com - Tak ingin lagi ada korban karena terlambat dalam penanganan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewandhie akan dipasang Closed Circuit Television (CCTV). Keberadaan CCTV itu akan dipantau langsung pejabat legislatif dan eksekutif di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Pemasangan CCTV dilakukan setelah banyaknya masalah yang selalu membelit rumah sakit milik Pemkot Surabaya itu. Buruknya pelayanan serta minimnya fasilitas di rumah sakit tipe B itu menjadi penyebab utama kasus yang selalu terjadi seperti malpraktik sampai keterlambatan menanggani pasien.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono menuturkan, persoalan yang terjadi di RSUD dr Soewandhie selalu saja terjadi tiap tahun. Masalah yang muncul pun selalu saja persoalan klasik yang belum bisa diatasi pihak manajemen rumah sakit.
"Ini yang jadi keprihatinan kami. Makanya CCTV nanti akan dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya, Anggota DPRD Kota Surabaya, serta pejabat lainnya," ujar Baktiono menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).
Baktiono mengatakan adanya CCTV akan menambah pengawasan di rumah sakit. Pegawai rumah sakit baik di bagian medis maupun paramedis tak bisa lagi seenaknya untuk melayani pasien.
"Tindakan cepat pun bisa segera dilakukan, biar tak ada lagi kasus bayi meninggal saat persalinan," jelasnya.
DPRD, katanya, menyesalkan minimnya informasi yang diterima pegawai medis maupun paramedis tentang berbagai program layanan kesehatan yang diberlakukan di Surabaya. Makanya kejadian yang harusnya bisa ditanggani dengan cepat, malah menimbulkan masalah dan berujung pada kematian pasien.
"Kalau ada aturan baru ya harus dijelaskan juga ke petugas medis maupun paramedis. Jangan hanya direktur maupun wakil direktur saja yang paham aturan, tapi bawahannya enggak paham sama sekali," tegasnya.
Anggota Komisi D Masduki Toha juga menyesalkan pelayanan di RSUD dr Soewandhie yang masih saja lemah. Apalagi pelayanan pada pasien kelas III yang notabene dari masyarakat menengah ke bawah.
"Jangan lagi ada pembedaan seperti itu, semua pasien harus bisa dilayani dengan sama," jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Soewandhie drg Febria Rachmanita mengatakan, pihaknya siap memasang CCTV di berbagai layanan di rumah sakit. Saat ini ia mengaku sudah memiliki 20 CCTV yang siap untuk dipasang. "Jadi CCTV itu hanya butuh pemasangan, peralatannya sudah ada," katanya.
Selama ini, katanya, layanan di RSUD dr Soewandhie sudah diperbaiki. Bahkan, layanan pun semakin baik ketika loket pendaftaran pasien sudah dibuka sejak pukul 06.00 WIB. Semua itu dilakukan untuk melayani pasien yang datang.
"Kami berusaha terus. Ini sedang kami lakukan perbaikan untuk menambah layanan di RSUD," jelasnya.
Selama ini, petugas paramedis masih kurang. Makanya pihaknya berharap pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ada penambahan petugas baru untuk menambah layanan prima di rumah sakit. "Semoga itu bisa disetujui," pungkasnya.
Pemasangan CCTV dilakukan setelah banyaknya masalah yang selalu membelit rumah sakit milik Pemkot Surabaya itu. Buruknya pelayanan serta minimnya fasilitas di rumah sakit tipe B itu menjadi penyebab utama kasus yang selalu terjadi seperti malpraktik sampai keterlambatan menanggani pasien.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono menuturkan, persoalan yang terjadi di RSUD dr Soewandhie selalu saja terjadi tiap tahun. Masalah yang muncul pun selalu saja persoalan klasik yang belum bisa diatasi pihak manajemen rumah sakit.
"Ini yang jadi keprihatinan kami. Makanya CCTV nanti akan dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya, Anggota DPRD Kota Surabaya, serta pejabat lainnya," ujar Baktiono menjelaskan kepada wartawan, Selasa (11/9/2012).
Baktiono mengatakan adanya CCTV akan menambah pengawasan di rumah sakit. Pegawai rumah sakit baik di bagian medis maupun paramedis tak bisa lagi seenaknya untuk melayani pasien.
"Tindakan cepat pun bisa segera dilakukan, biar tak ada lagi kasus bayi meninggal saat persalinan," jelasnya.
DPRD, katanya, menyesalkan minimnya informasi yang diterima pegawai medis maupun paramedis tentang berbagai program layanan kesehatan yang diberlakukan di Surabaya. Makanya kejadian yang harusnya bisa ditanggani dengan cepat, malah menimbulkan masalah dan berujung pada kematian pasien.
"Kalau ada aturan baru ya harus dijelaskan juga ke petugas medis maupun paramedis. Jangan hanya direktur maupun wakil direktur saja yang paham aturan, tapi bawahannya enggak paham sama sekali," tegasnya.
Anggota Komisi D Masduki Toha juga menyesalkan pelayanan di RSUD dr Soewandhie yang masih saja lemah. Apalagi pelayanan pada pasien kelas III yang notabene dari masyarakat menengah ke bawah.
"Jangan lagi ada pembedaan seperti itu, semua pasien harus bisa dilayani dengan sama," jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Soewandhie drg Febria Rachmanita mengatakan, pihaknya siap memasang CCTV di berbagai layanan di rumah sakit. Saat ini ia mengaku sudah memiliki 20 CCTV yang siap untuk dipasang. "Jadi CCTV itu hanya butuh pemasangan, peralatannya sudah ada," katanya.
Selama ini, katanya, layanan di RSUD dr Soewandhie sudah diperbaiki. Bahkan, layanan pun semakin baik ketika loket pendaftaran pasien sudah dibuka sejak pukul 06.00 WIB. Semua itu dilakukan untuk melayani pasien yang datang.
"Kami berusaha terus. Ini sedang kami lakukan perbaikan untuk menambah layanan di RSUD," jelasnya.
Selama ini, petugas paramedis masih kurang. Makanya pihaknya berharap pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ada penambahan petugas baru untuk menambah layanan prima di rumah sakit. "Semoga itu bisa disetujui," pungkasnya.
(azh)