Gerindra Sidoarjo pecah, KPU bingung
Senin, 10 September 2012 - 18:00 WIB
Gerindra Sidoarjo pecah, KPU bingung
A
A
A
Sindonews.com - Perpecahan Partai Gerindra Sidoarjo membuat Komisi Pemilihan umum (KPU) bingung dalam melakukan verifikasi. Karena kedua kubu sama-sama melakukan pendaftaran ke KPU Sidoarjo.
Untuk memastikan kubu mana yang sah, KPU Sidoarjo akan verifikasi faktual dengan mendatangi DPP untuk mendapat penjelasan kubu mana yang sah.
"Kita akan verifikasi ke DPP Gerindra terkait adanya dua kepengurusan DPC Gerindra di Sidoarjo yang sama-sama mendaftar verifikasi ke KPU," ujar Ketua KPU Sidoarjo Bima Ariesdiyanto, Senin (10/9/2012).
Sekedar diketahui, saat pendaftaran verifikasi parpol tingkat kabupaten, DPC Partai Gerindra Sidoarjo ada dua kubu. Kubu DPC Gerindra di bawah pimpinan Fathuroji menyerahkan daftar pengurus dan 1.271 KTA.
Sehari kemudian, DPC Partai Gerindra kubu HM Rifai juga mendaftar ke KPU Kabupaten Sidoarjo dan menyerahkan kepengurusan sesuai SK yang baru. Terkait SK baru ini, kubu 12 Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra Kabupaten Sidoarjo berencana akan menyambangi DPP Partai Gerindra.
PAC dan simpatisan Partai Gerindra itu akan bertolak ke Jakarta, besok Selasa 11 September 2012 pagi.
"Kita akan audensi dan klarifikasi ke DPP terkait SK kepengurusan DPC Gerindra yang diterima HM Rifai," ujar Ketua PAC Gerindra Candi M Sulistiyo, di Kantor DPC Partai Gerindra kubu Fathuroji, di Komplek Ruko Jenggolo, Jalan Raya Buduran, Sidoarjo.
PAC Gerindra Candi bersama dengan 11 PAC lainnya menyatakan sikap penolakan terhadap SK itu. Di antaranya, Tanggulangin, Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Taman, Krian, Waru, Porong, Wonoayu, Sedati dan Tulangan.
Sulistiyo mengakui ada beberapa PAC yang pengurusnya ikut DPC Gerindra pimpinan Rifai. Seperti Ketua PAC Sedati, namun untuk Sekretaris dan Bendaharanya ikut DPC Gerindra pimpinan Fathuroji.
"Demikian pula untuk PAC Tulangan, bendaharanya ikut kita," tegasnya.
Alasan PAC menolak kepengurusan di bawah Rifai, di antaranya karena
Prabowo Subiyanto sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra telah berjanji dalam Kongres Partai Gerindra di Jakarta, Desember 2011 silam, bahwa tidak akan ada lagi perubahan SK DPC.
Alasan lainnya, adalah dekatnya masa verifikasi Pemilu 2014 oleh KPU Sidoarjo. Selain itu, selama ini DPC Partai Gerindra Sidoarjo dalam kondisi solid dan beraktivitas.
“Amanat Kongres adalah keputusan tertinggi partai. Kami tidak yakin
Pak Prabowo mengingkari janji yang telah diungkapkan dalam Kongres," ujar Sulistiyo.
PAC-PAC yang tetap mendukung Fathuroji sanksi terhadap SK yang menetapkan kepengurusan HM Rifa’i. Kalau pun SK tersebut benar, pihaknya yakin DPP telah kesusupan informasi yang salah.
Untuk memastikan kubu mana yang sah, KPU Sidoarjo akan verifikasi faktual dengan mendatangi DPP untuk mendapat penjelasan kubu mana yang sah.
"Kita akan verifikasi ke DPP Gerindra terkait adanya dua kepengurusan DPC Gerindra di Sidoarjo yang sama-sama mendaftar verifikasi ke KPU," ujar Ketua KPU Sidoarjo Bima Ariesdiyanto, Senin (10/9/2012).
Sekedar diketahui, saat pendaftaran verifikasi parpol tingkat kabupaten, DPC Partai Gerindra Sidoarjo ada dua kubu. Kubu DPC Gerindra di bawah pimpinan Fathuroji menyerahkan daftar pengurus dan 1.271 KTA.
Sehari kemudian, DPC Partai Gerindra kubu HM Rifai juga mendaftar ke KPU Kabupaten Sidoarjo dan menyerahkan kepengurusan sesuai SK yang baru. Terkait SK baru ini, kubu 12 Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerindra Kabupaten Sidoarjo berencana akan menyambangi DPP Partai Gerindra.
PAC dan simpatisan Partai Gerindra itu akan bertolak ke Jakarta, besok Selasa 11 September 2012 pagi.
"Kita akan audensi dan klarifikasi ke DPP terkait SK kepengurusan DPC Gerindra yang diterima HM Rifai," ujar Ketua PAC Gerindra Candi M Sulistiyo, di Kantor DPC Partai Gerindra kubu Fathuroji, di Komplek Ruko Jenggolo, Jalan Raya Buduran, Sidoarjo.
PAC Gerindra Candi bersama dengan 11 PAC lainnya menyatakan sikap penolakan terhadap SK itu. Di antaranya, Tanggulangin, Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Taman, Krian, Waru, Porong, Wonoayu, Sedati dan Tulangan.
Sulistiyo mengakui ada beberapa PAC yang pengurusnya ikut DPC Gerindra pimpinan Rifai. Seperti Ketua PAC Sedati, namun untuk Sekretaris dan Bendaharanya ikut DPC Gerindra pimpinan Fathuroji.
"Demikian pula untuk PAC Tulangan, bendaharanya ikut kita," tegasnya.
Alasan PAC menolak kepengurusan di bawah Rifai, di antaranya karena
Prabowo Subiyanto sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra telah berjanji dalam Kongres Partai Gerindra di Jakarta, Desember 2011 silam, bahwa tidak akan ada lagi perubahan SK DPC.
Alasan lainnya, adalah dekatnya masa verifikasi Pemilu 2014 oleh KPU Sidoarjo. Selain itu, selama ini DPC Partai Gerindra Sidoarjo dalam kondisi solid dan beraktivitas.
“Amanat Kongres adalah keputusan tertinggi partai. Kami tidak yakin
Pak Prabowo mengingkari janji yang telah diungkapkan dalam Kongres," ujar Sulistiyo.
PAC-PAC yang tetap mendukung Fathuroji sanksi terhadap SK yang menetapkan kepengurusan HM Rifa’i. Kalau pun SK tersebut benar, pihaknya yakin DPP telah kesusupan informasi yang salah.
(ysw)