Dewan protes pembangunan RPH

Sabtu, 08 September 2012 - 01:30 WIB
Dewan protes pembangunan...
Dewan protes pembangunan RPH
A A A
Sindonews.com - DPRD Sidoarjo keberatan atas rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang akan membangun Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di komplek Pasar Induk Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman. Pasalnya, keberadaan RPH itu akan mematikan keberadaan RPH milik Pemkab Sidoarjo.

Bukan hanya itu, dikhawatirkan keberadaan RPH Puspa Agro menimbulkan limbah yang berujung pada pencemaran. Apalagi, RPH yang akan dibangun Pemprov Jatim itu kapasitasnya sekitar 400 ekor sapi per-hari.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Isa Hasanuddin mengatakan jika RPH Puspa Agro beroperasi dan menjadi RPH modern, RPH milik Pemkab Sidoarjo akan mati. Sebab, konsumen akan memilih memotong hewan di RPH Puspa Agro yang nyata-nyata peralatannya lebih modern.

Pemprov Jatim harusnya berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo, sebab keberadaan RPH Puspa Agro itu di wilayah Sidoarjo. "Pemprov harus memikirkan nasib RPH milik Sidoarjo sebelum membangun RPH sendiri," ujar Isa Hasanuddin.

Politisi asal PKB tersebut menambahkan saat ini RPH Krian dan RPH Taman milik Pemkab Sidoarjo tiap hari baru mampu menangani 100 ekor sapi per RPH setiap harinya. Jika nantinya RPH Puspa Agro dioperasikan, konsumen yang akan memotong sapi tersedot ke RPH itu. Apalagi, kapasitas RPH milik Pemprov Jatim itu setiap hari mampu memotong 400 ekor sapi.

Untuk itulah, Isa Hasanuddin meminta Pemprov Jatim meminjau ulang rencana pembangunan RPH di wilayah Sidoarjo. "Pemprov jangan mematikan RPH milik kabupaten. Harusnya kan melihat kondisi Sidoarjo," tandasnya.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menambahkan, pembangunan RPH Puspa Agro harus mempertimbangkan lingkungan. Untuk itulah, dia minta agar Amdalalin dipenuhi agar tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari. "Iznnya harus dipenuhi sebelum dibangun," tandasnya.

Informasi yang diperoleh, RPH Puspa Agro akan mulai dibangun tahun 2013 dengan anggaran dari Pemprov Jatim sekitar Rp 11,8 miliar. Proyek ini akan dijadikan percontohan pemotongan sapi modern yang dioperasikan tahun 2014.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
9 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
10 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
16 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
Ketua BEM UNY Diintimidasi...
Ketua BEM UNY Diintimidasi Beasiswa Dicabut karena Protes UKT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved