Dekat pemukiman, warga desak TPS Kemiri dipindah
Minggu, 26 Agustus 2012 - 20:00 WIB
Dekat pemukiman, warga desak TPS Kemiri dipindah
A
A
A
Sindonews.com - Keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah Kemiri, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) kembali disoal warga. Pasalnya, kini lokasinya semakin luas dan berada di dekat kawasan pemukiman penduduk.
Bukan hanya itu, sampah yang dibuang di TPS tersebut bukan hanya dari pemukiman warga. Namun, kalau malam hari sampah-sampah pertokoan juga dibuang di lokasi tersebut.
"Kalau dilihat dari banyaknya sampah yang dibuang bukan TPS lagi tapi sudah layak kalau disebut TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah," ujar Subroto, warga yang tinggal di Desa Kemiri.
Lokasi TPS Kemiri tersebut, berdekatan dengan beberapa perumahan, diantaranya Graha Kuncara Eksekutif, Grand Rose, Prima Regency. Namun, entah kenapa Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) malah memperluas TPS tersebut.
Karena sampah yang terus menumpuk, menimbulkn bau tak sedap. Apalagi jika musim hujan, bau busuk sampah tercium sampai ke beberapa perumahan di sekitar TPS tersebut.
"Ya tidak selayaknya jika ada TPS dekat pemukiman penduduk," imbuh Heru Susanto, juga warga Kemiri.
Harusnya saat siang hari TPS sudah bersih dari sampah. Kenyatannya tidak, tiga petak penampungan sampah dan bak sampah selalu penuh. Jika malah hari, beberapa pikup mengangkut sampah pertokoan membuang sampah di tempat itu.
Warga dibeberapa perumahan tersebut sebenarnya sudah mengusulkan ke Kepala Desa Kemiri agar TPS tersebut dipindah. Namun sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda bakal dipenuhi oleh DKP.Bahkan, DKP terus memperluas TPS tersebut.
Kepala Desa Kemiri, Novi Ariwibowo mengaku jika sudah meminta ke DKP bahkan sudah menyampaikan masalah ini ke Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Namun, sampai saat ini TPS tersebut belum dipindah.
Menurut Kades yang biasa disapa Gatot tersebut, dia bukan hanya mendesak agar TPS itu dipindah namun juga menyediakan lahan penggantinya di kawasan Jalan Lingkar Timur (JLS) yang juga masuk wilayah Kemiri.
"Kok sampai sekarang belum ada koordinasi lagi dari DKP jadi atau tidak TPS tersebut dipindah," tandasnya.
Gatot mengatakan, lokasi TPS yang ada saat ini bukan berada di wilayah Kemiri. Namun, yang kena dampaknya adalah warga Kemiri dan sekitarnya. Apalagi disekitar TPS tersebut banyak perumahan.
Untuk itulah, pihaknya mendesak agar DKP segera merespon tuntutan warga agar TPS itu dipindah. Apalagi, dia sudah menawarkan solusi lokasi penggantinya yang jauh dari pemukiman penduduk.
Sayangnya, Kepala DKP Sidoarjo M. Syafik saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak bisa. Demikian pula Kabid Kebersihan Widyantoro Basuki juga tidak bisa dihubungi.
Bukan hanya itu, sampah yang dibuang di TPS tersebut bukan hanya dari pemukiman warga. Namun, kalau malam hari sampah-sampah pertokoan juga dibuang di lokasi tersebut.
"Kalau dilihat dari banyaknya sampah yang dibuang bukan TPS lagi tapi sudah layak kalau disebut TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah," ujar Subroto, warga yang tinggal di Desa Kemiri.
Lokasi TPS Kemiri tersebut, berdekatan dengan beberapa perumahan, diantaranya Graha Kuncara Eksekutif, Grand Rose, Prima Regency. Namun, entah kenapa Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) malah memperluas TPS tersebut.
Karena sampah yang terus menumpuk, menimbulkn bau tak sedap. Apalagi jika musim hujan, bau busuk sampah tercium sampai ke beberapa perumahan di sekitar TPS tersebut.
"Ya tidak selayaknya jika ada TPS dekat pemukiman penduduk," imbuh Heru Susanto, juga warga Kemiri.
Harusnya saat siang hari TPS sudah bersih dari sampah. Kenyatannya tidak, tiga petak penampungan sampah dan bak sampah selalu penuh. Jika malah hari, beberapa pikup mengangkut sampah pertokoan membuang sampah di tempat itu.
Warga dibeberapa perumahan tersebut sebenarnya sudah mengusulkan ke Kepala Desa Kemiri agar TPS tersebut dipindah. Namun sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda bakal dipenuhi oleh DKP.Bahkan, DKP terus memperluas TPS tersebut.
Kepala Desa Kemiri, Novi Ariwibowo mengaku jika sudah meminta ke DKP bahkan sudah menyampaikan masalah ini ke Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Namun, sampai saat ini TPS tersebut belum dipindah.
Menurut Kades yang biasa disapa Gatot tersebut, dia bukan hanya mendesak agar TPS itu dipindah namun juga menyediakan lahan penggantinya di kawasan Jalan Lingkar Timur (JLS) yang juga masuk wilayah Kemiri.
"Kok sampai sekarang belum ada koordinasi lagi dari DKP jadi atau tidak TPS tersebut dipindah," tandasnya.
Gatot mengatakan, lokasi TPS yang ada saat ini bukan berada di wilayah Kemiri. Namun, yang kena dampaknya adalah warga Kemiri dan sekitarnya. Apalagi disekitar TPS tersebut banyak perumahan.
Untuk itulah, pihaknya mendesak agar DKP segera merespon tuntutan warga agar TPS itu dipindah. Apalagi, dia sudah menawarkan solusi lokasi penggantinya yang jauh dari pemukiman penduduk.
Sayangnya, Kepala DKP Sidoarjo M. Syafik saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak bisa. Demikian pula Kabid Kebersihan Widyantoro Basuki juga tidak bisa dihubungi.
(azh)