Lebaran, seluruh Puskesmas buka 24 jam
Selasa, 14 Agustus 2012 - 17:18 WIB
Lebaran, seluruh Puskesmas buka 24 jam
A
A
A
Sindonews.com - Libur Lebaran tak membuat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Surabaya, Jawa Timur, menutup layanan kesehatan. Sejak awal Lebaran sampai hari aktif kerja, semua Puskesmas di Kota Pahlawan itu tetap membuka layanan kesehatan bagi warganya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengambil kebijakan seluruh Puskesmas se-Surabaya tetap buka selama cuti bersama. "Jadi Sejak tanggal 17, 18, 21 dan 22 Agustus, Puskesmas buka seperti biasa, buka normal," ujar Kepala Dinkes Kota Surabaya Esty Martiana Rachmie, Selasa (14/8/2012).
Bahkan pada hari 'H' Idul Fitri, Puskesmas tetap buka untuk piket. Sedangkan untuk piket mulai bukanya pukul 08.00-11.00 WIB. Setelah jam itu, puskesmas akan tutup kembali. Sedangkan untuk pengaturan siapa yang jaga atau piket di Puskesmas, pelaksanaannya diserahkan pada masing-masing Puskesmas tersebut.
Dia melanjutkan, jika Idul Fitri jatuh pada 19 Agustus mendatang, puskesmas tetap tutup. Alasannya pada tanggal 19 Agustus itu bertepatan dengan hari Minggu alias tanggal merah. Namun, jika tanggal 20 Agustus 2012 nanti, puskesmas tetap buka untuk piket itu.
"Sementara untuk sistem buka piket itu hanya untuk emergency," kata Esty.
Sekadar diketahui, jumlah puskesmas di Surabaya adalah 62 Puskesmas. Beberapa di antaranya akan buka hingga malam hari. Menurutnya, sejumlah Puskesmas di Surabaya sudah memberikan pelayanan hingga malam hari.
Selain itu, dia mengatakan, khusus Puskesmas yang buka hingga malam, tetap akan buka hingga malam pula. "Tidak ada perubahan, kecuali pada hai 'H' Lebaran saja," tambahnya.
Kebijakan ini juga berlaku di dua Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yakni RS Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RS Soewandhie. Lanjutnya, dua RS ini harus tetap buka seperti pada hari-hari biasa.
"Kecuali poli. Untuk poli akan tutup, tapi pelayanan UGD dan lainnya tetap jalan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, pelayanan kesehatan tetap harus siaga. Ia menyebut pelayanan kesehatan memang membutuhkan perlakuan khusus.
"Sebab orang sakit tidak tahu kapan datangnya meskipun siapa sih yang ingin sakit," katanya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mengambil kebijakan seluruh Puskesmas se-Surabaya tetap buka selama cuti bersama. "Jadi Sejak tanggal 17, 18, 21 dan 22 Agustus, Puskesmas buka seperti biasa, buka normal," ujar Kepala Dinkes Kota Surabaya Esty Martiana Rachmie, Selasa (14/8/2012).
Bahkan pada hari 'H' Idul Fitri, Puskesmas tetap buka untuk piket. Sedangkan untuk piket mulai bukanya pukul 08.00-11.00 WIB. Setelah jam itu, puskesmas akan tutup kembali. Sedangkan untuk pengaturan siapa yang jaga atau piket di Puskesmas, pelaksanaannya diserahkan pada masing-masing Puskesmas tersebut.
Dia melanjutkan, jika Idul Fitri jatuh pada 19 Agustus mendatang, puskesmas tetap tutup. Alasannya pada tanggal 19 Agustus itu bertepatan dengan hari Minggu alias tanggal merah. Namun, jika tanggal 20 Agustus 2012 nanti, puskesmas tetap buka untuk piket itu.
"Sementara untuk sistem buka piket itu hanya untuk emergency," kata Esty.
Sekadar diketahui, jumlah puskesmas di Surabaya adalah 62 Puskesmas. Beberapa di antaranya akan buka hingga malam hari. Menurutnya, sejumlah Puskesmas di Surabaya sudah memberikan pelayanan hingga malam hari.
Selain itu, dia mengatakan, khusus Puskesmas yang buka hingga malam, tetap akan buka hingga malam pula. "Tidak ada perubahan, kecuali pada hai 'H' Lebaran saja," tambahnya.
Kebijakan ini juga berlaku di dua Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yakni RS Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RS Soewandhie. Lanjutnya, dua RS ini harus tetap buka seperti pada hari-hari biasa.
"Kecuali poli. Untuk poli akan tutup, tapi pelayanan UGD dan lainnya tetap jalan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, pelayanan kesehatan tetap harus siaga. Ia menyebut pelayanan kesehatan memang membutuhkan perlakuan khusus.
"Sebab orang sakit tidak tahu kapan datangnya meskipun siapa sih yang ingin sakit," katanya.
(mhd)