Berobat ke dokter, kulit bocah malah melepuh
Minggu, 12 Agustus 2012 - 17:54 WIB
Berobat ke dokter, kulit bocah malah melepuh
A
A
A
Sindonews.com - Berlianti Rahma (6) terbaring lemah di RS Citama, Pabuaran, Bojonggede. Niatnya ingin berobat ke dokter agar sembuh, namun penyakitnya malah tambah parah. Kulit siswi kelas satu Madrasah Ibtidayah itu melepuh seperti terkena siraman air panas, setelah meminum obat yang diberikan dokter.
Ibunda korban, Pein (50) menuturkan kondisi anak bungsunya itu masih kritis. Matanya bengkak dan berwarna merah darah, kulit muka, lengan, badan, dan paha melepuh, bahkan kulit telapak tangannya sudah mengelupas. Tambahnya, mulutnya bengkak dan busuk seperti sariawan parah, sehingga tak bisa makan dan minum.
"Makanan diasup lewat selang yang dipasang dari hidung, sudah dua minggu anak saya seperti ini, terbaring lemah dan kesakitan. Belum ada perubahan," keluah Pein di rumahnya Gang Nyamuk III, RT02/02, Pondokjaya, Cipayungjaya, Depok, Minggu (12/8/2012).
Kejadian itu berawal pada Sabtu 4 Agustus 2012 malam lalu, saat anaknya mengalami panas tinggi. Keesoka harinya Minggu 5 Agustus 2012lalu, kemudian putrinya di bawa ke Klinik Citama yang terletak di Pasar Citayam.
Berlianti di diagnosa menderita Infeksi Pernafasan Saluran Atas (ISPA). Oleh dokter Berlinati diberi obat antibiotik penurun panas, dan obat batuk.
"Setelah minum obat itu Alhamdulillah panas anak saya turun. Tapi Senin panas tinggi kembali. Lalu dibawa ke dokter lagi," ujarnya.
Saat di bawa ke dokter kembali, pada kulit Berlianti sudah terlihat bercak-bercak merah. Lalu muncul bintik-bintik seperti cacar air. Berlianti dibawa ke RS Citama dan kulitnya mulai melepuh seperti tersiram air panas. Dia dirawat di ICU, dan dua hari yang lalu dirawat di HCU.
"Anak saya mulai teriak kesakitan, badannya terasa panas. Kasihan anak saya," paparnya.
Keluarga Pein telah melaporkan kasus tersebut ke KPAI dan Polresta Depok. Dalam laporan itu disampaikan terjadi dugaan mala praktek oleh dokter Klinik Citama.
Ibunda korban, Pein (50) menuturkan kondisi anak bungsunya itu masih kritis. Matanya bengkak dan berwarna merah darah, kulit muka, lengan, badan, dan paha melepuh, bahkan kulit telapak tangannya sudah mengelupas. Tambahnya, mulutnya bengkak dan busuk seperti sariawan parah, sehingga tak bisa makan dan minum.
"Makanan diasup lewat selang yang dipasang dari hidung, sudah dua minggu anak saya seperti ini, terbaring lemah dan kesakitan. Belum ada perubahan," keluah Pein di rumahnya Gang Nyamuk III, RT02/02, Pondokjaya, Cipayungjaya, Depok, Minggu (12/8/2012).
Kejadian itu berawal pada Sabtu 4 Agustus 2012 malam lalu, saat anaknya mengalami panas tinggi. Keesoka harinya Minggu 5 Agustus 2012lalu, kemudian putrinya di bawa ke Klinik Citama yang terletak di Pasar Citayam.
Berlianti di diagnosa menderita Infeksi Pernafasan Saluran Atas (ISPA). Oleh dokter Berlinati diberi obat antibiotik penurun panas, dan obat batuk.
"Setelah minum obat itu Alhamdulillah panas anak saya turun. Tapi Senin panas tinggi kembali. Lalu dibawa ke dokter lagi," ujarnya.
Saat di bawa ke dokter kembali, pada kulit Berlianti sudah terlihat bercak-bercak merah. Lalu muncul bintik-bintik seperti cacar air. Berlianti dibawa ke RS Citama dan kulitnya mulai melepuh seperti tersiram air panas. Dia dirawat di ICU, dan dua hari yang lalu dirawat di HCU.
"Anak saya mulai teriak kesakitan, badannya terasa panas. Kasihan anak saya," paparnya.
Keluarga Pein telah melaporkan kasus tersebut ke KPAI dan Polresta Depok. Dalam laporan itu disampaikan terjadi dugaan mala praktek oleh dokter Klinik Citama.
(mhd)