Lempar bensin, rampok sikat Rp147 juta
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 09:12 WIB
Lempar bensin, rampok sikat Rp147 juta
A
A
A
Sindonews.com - Perampokan dengan sasaran kantor perbankan kembali terjadi di DIY. Dengan membawa pistol dan jeriken bensin, perampok membawa kabur uang Rp147 juta di Kantor Kas Bank CIMB Niaga Jalan Kaliurang, KM 7, Caturtunggal, Depok, Sleman. Jika modus sebelumnya mengancam korban dengan benda mirip bom, aksi perampok di CIMB Niaga menakut-nakuti karyawan dengan bensin.
Aksi perampokan terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Saat itu,di dalam kantor terdapat seorang teller, office boy dan satpam. Pelaku dengan mengenakan helm tertutup (full face) masukke dalam bank kemudian berpura-pura mengantarkan nasi bungkus pesanan teller. Perampok meminta office boy untuk segera mengantarkan nasi bungkus itu ke teller yang tengah di belakang. Permintaan itu dituruti office boy karena tak mengetahui yang memerintah adalah perampok.
Setelah aksinya berjalan mulus, pelaku lantas mengeluarkan pistol untuk menakuti para karyawan. Tidak hanya itu, pelaku kemudian melemparkan plastik berisi jeriken bensin ke lantai hingga tumpah. Sontak kejadian itu membuat para karyawan bertambah ketakutan dan akhirnya menyerahkan uang yang nilainya diperkirakan mencapai Rp147 juta.
”Pelaku tidak kemana-mana dia hanya berdiri di balik pintu sambil melemparkan plastik untuk menyimpan uang,” kata Kasatreskrim Polres Sleman AKP Widi Saputra, Kamis 9 Agustus 2012.
Setelah teller menyerahkan uang, pelaku pun dengan cepat keluar kantor bank dan melarikan diri. Belum diketahui secara pasti arah pelaku kabur dan kendaraan yang digunakan.
Untuk penyidikan lebih lanjut,hingga kemarin petang, para saksi langsung dimintai keterangan secara intensif oleh penyidik Rekrim Polres Sleman. Saksi yang dimintai keterangan yakni Prastiwi, petugas teller jaga Mahfud Salasa, office boy dan Tri Hariyadi, satpam bank.
Penyelidikan kasus ini selain dilakukan petugas dari Polres Sleman juga melibatkan anggota Polsek Depok Timur dan di-back updari Polda DIY. Tri Hariyadi, satpam bank kepada wartawan di lokasi kejadian mengaku tidak menduga dengan aksi perampokan itu.
”Ada orang datang pakai helm, dia bawa plastik bilang mau nganter nasi bungkus,” ujarnya singkat.
Menurut Kapolsek Depok Timur Kompol Qori Okto Handoko, modus perampokan di CIMB Niaga itu terbilang baru di wilayah Sleman.Sebelumnya pelaku biasanya mengancam dengan menggunakan pistol, namun kejadian perampokan yang terjadi pelaku mengancam dengan membawa serta bensin.
”Ini modus baru,jadi karyawan takut kalau bensin itu dibakar,” tuturnya.
Selain mengumpulkan informasi dari para saksi, polisi juga memeriksa rekaman kamera closed circuit television (CCTV) di dalam bank. Namun begitu diperoleh informasi gambar yang terekam tidak jelas dan menunjukkan ciri pelaku secara mendetail.
Dari beberapa saksi di lokasi kejadian menyatakan pelaku memiliki postur tubuh sedikit gempal. Sebelumnya, pada Senin 16 Juli, aksi perampokan dengan sasaran bank terjadi di kantor kas salah satu bank milik BUMN di RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Seorang pelaku berhasil menggondol uang sekitar Rp155 juta setelah menakut-nakuti karyawan bank dengan plastik berisi rangkaian mirip bom.
Hingga kemarin, pelaku perampokan di Solo yang menewaskan Sido Suroso, 46 tahun, warga Ponowaren, Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo masih belum juga tertangkap meski kejadiannya telah berlangsung pada Rabu 1 Agustus lalu. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Bambang Rudi P mengatakan, pelaku perampokan di Solo teridentifikasi biasa bekerja di luar Jawa Tengah.
”Dua pemainnya, dan satu kader bawaan. Dua residivis, sedang satunya masih baru keluar dari LP dan dia yang menggambar situasi. Lalu eksekutornya dua orang itu dan pelaku ada tiga orang,” ungkap Bambang.
Sketsa yang selama ini tersebar juga kemungkinan besar mendekati wajah salah satu perampokan.
Aksi perampokan terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Saat itu,di dalam kantor terdapat seorang teller, office boy dan satpam. Pelaku dengan mengenakan helm tertutup (full face) masukke dalam bank kemudian berpura-pura mengantarkan nasi bungkus pesanan teller. Perampok meminta office boy untuk segera mengantarkan nasi bungkus itu ke teller yang tengah di belakang. Permintaan itu dituruti office boy karena tak mengetahui yang memerintah adalah perampok.
Setelah aksinya berjalan mulus, pelaku lantas mengeluarkan pistol untuk menakuti para karyawan. Tidak hanya itu, pelaku kemudian melemparkan plastik berisi jeriken bensin ke lantai hingga tumpah. Sontak kejadian itu membuat para karyawan bertambah ketakutan dan akhirnya menyerahkan uang yang nilainya diperkirakan mencapai Rp147 juta.
”Pelaku tidak kemana-mana dia hanya berdiri di balik pintu sambil melemparkan plastik untuk menyimpan uang,” kata Kasatreskrim Polres Sleman AKP Widi Saputra, Kamis 9 Agustus 2012.
Setelah teller menyerahkan uang, pelaku pun dengan cepat keluar kantor bank dan melarikan diri. Belum diketahui secara pasti arah pelaku kabur dan kendaraan yang digunakan.
Untuk penyidikan lebih lanjut,hingga kemarin petang, para saksi langsung dimintai keterangan secara intensif oleh penyidik Rekrim Polres Sleman. Saksi yang dimintai keterangan yakni Prastiwi, petugas teller jaga Mahfud Salasa, office boy dan Tri Hariyadi, satpam bank.
Penyelidikan kasus ini selain dilakukan petugas dari Polres Sleman juga melibatkan anggota Polsek Depok Timur dan di-back updari Polda DIY. Tri Hariyadi, satpam bank kepada wartawan di lokasi kejadian mengaku tidak menduga dengan aksi perampokan itu.
”Ada orang datang pakai helm, dia bawa plastik bilang mau nganter nasi bungkus,” ujarnya singkat.
Menurut Kapolsek Depok Timur Kompol Qori Okto Handoko, modus perampokan di CIMB Niaga itu terbilang baru di wilayah Sleman.Sebelumnya pelaku biasanya mengancam dengan menggunakan pistol, namun kejadian perampokan yang terjadi pelaku mengancam dengan membawa serta bensin.
”Ini modus baru,jadi karyawan takut kalau bensin itu dibakar,” tuturnya.
Selain mengumpulkan informasi dari para saksi, polisi juga memeriksa rekaman kamera closed circuit television (CCTV) di dalam bank. Namun begitu diperoleh informasi gambar yang terekam tidak jelas dan menunjukkan ciri pelaku secara mendetail.
Dari beberapa saksi di lokasi kejadian menyatakan pelaku memiliki postur tubuh sedikit gempal. Sebelumnya, pada Senin 16 Juli, aksi perampokan dengan sasaran bank terjadi di kantor kas salah satu bank milik BUMN di RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Seorang pelaku berhasil menggondol uang sekitar Rp155 juta setelah menakut-nakuti karyawan bank dengan plastik berisi rangkaian mirip bom.
Hingga kemarin, pelaku perampokan di Solo yang menewaskan Sido Suroso, 46 tahun, warga Ponowaren, Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo masih belum juga tertangkap meski kejadiannya telah berlangsung pada Rabu 1 Agustus lalu. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Bambang Rudi P mengatakan, pelaku perampokan di Solo teridentifikasi biasa bekerja di luar Jawa Tengah.
”Dua pemainnya, dan satu kader bawaan. Dua residivis, sedang satunya masih baru keluar dari LP dan dia yang menggambar situasi. Lalu eksekutornya dua orang itu dan pelaku ada tiga orang,” ungkap Bambang.
Sketsa yang selama ini tersebar juga kemungkinan besar mendekati wajah salah satu perampokan.
(azh)