Perjalanan KA terancam, baut rel banyak hilang
Kamis, 09 Agustus 2012 - 09:12 WIB
Perjalanan KA terancam, baut rel banyak hilang
A
A
A
Sindonews.com - Baut bantalan rel kereta api (KA) sepanjang kawasan Semarang dan Kabupaten Brebes banyak yang hilang dari tempatnya. Hilangnya baut bantalan rel tersebut membahayakan perjalanan KA selama arus mudik Lebaran jika tidak segera mendapatkan penanganan.
Di Semarang baut rel yang hilang ini diketahui dari hasil penyisiran yang dilakukan oleh jajaran Koramil Semarang Utara dan Camat Semarang Timur. Penyisiran dilakukan puluhan prajurit dengan dipimpin langsung Komandan Koramil Utara Kapten Sujono dengan cara berjalan kaki. Penyisiran dimulai dari kawasan Bulu Lor, Tanjung Emas, Purwosari, Plombokan, hingga Kemijen.
Dari hasil penyisiran tersebut ditemukan sejumlah kunci bantalan rel yang terbuat dari baja hilang. Paling banyak ditemukan di perlintasan rel tanpa palang pintu kawasan Kemijen, Semarang Utara.
”Dari pantauan, banyak ditemukan kunci bantalan rel yang hilang,” ungkap Danramil Semarang Utara, Kapten Sujono di sela-sela pengecekan, Rabu 8 Agustus 2012.
Dengan temuan tersebut, pihaknya akan segera melaporkan ke pihak PT KA Daop 6 Semarang. ”Hilangnya kunci bantalan rel bisa berbahaya. Oleh karena itu, hal ini akan langsung kami laporkan ke PT KA supaya segera ditangani,” ujar Sujono saat didampingi Camat Semarang Timur Sumarjo. Pemantauan jalur KA tersebut dilakukan untuk membantu PT KA dalam rangka memberikan kenyamanan dan keamanan perjalanan KA.
”Sebagai aparatur pemerintah, TNI juga memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan langkah- langkah antisipasi dalam rangka membantu PT KA menyiapkan jalur mudik Lebaran,” tandas Sujono.
Sujono mengatakan, selain memantau kondisi rel, pihaknya juga memantau sejumlah perlintasan KA yang tidak dilengkapi palang pintu untuk mengetahui tingkat kerawanan kecelakaan.
”Selama arus mudik kali ini kami akan menempatkan personel pada tiap perlintasan KA yang tidak memiliki palang pintu,” ujarnya.
Personel TNI juga akan turut serta melakukan pengamanan di posko-posko Lebaran, baik di stasiun maupun pelabuhan.
”Sesuai perintah pimpinan, kita diwajibkan turut serta melakukan pengamanan selama arus mudik dan balik lebaran,” kata Sujono.
Camat Semarang Timur Sumarjo menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang rumahnya dekat dengan perlintasan KA tanpa palang pintu untuk meningkatkan kewaspadaan.
”Setiap kelurahan yang ada perlintasan KA tanpa palang pintu sudah kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Sumarjo.
Kondisi yang sama juga terjadi di Brebes. Banyak baut yang jadi pengencang rel hilang serta beberapa kendur. Ketidakberesan kondisi rel berhasil ditemukan saat jajaran Polres Brebes menyisir rel KA di Pebatan,Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.
”Baut-baut rel banyak yang hilang di sana-sini. Kami akan segera sampaikan ini ke pihak PT KAI Daop 3,” ujar Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto.
Jika tidak cepat tertangani maka cepat atau lambat perjalanan KA bisa terganggu. Asisten Pemerintahan Sekda Brebes Suprapto mengatakan, pemerintah daerah baru mengetahui adanya rel KA di Brebes yang bautnya hilang dan juga kendur.
”Rel tidak ada baut atau ada tapi kendur, ya membahayakan. Kami akan segera sampaikan ke Daop 3 Cirebon,” ujar Suprapto.
Di Semarang baut rel yang hilang ini diketahui dari hasil penyisiran yang dilakukan oleh jajaran Koramil Semarang Utara dan Camat Semarang Timur. Penyisiran dilakukan puluhan prajurit dengan dipimpin langsung Komandan Koramil Utara Kapten Sujono dengan cara berjalan kaki. Penyisiran dimulai dari kawasan Bulu Lor, Tanjung Emas, Purwosari, Plombokan, hingga Kemijen.
Dari hasil penyisiran tersebut ditemukan sejumlah kunci bantalan rel yang terbuat dari baja hilang. Paling banyak ditemukan di perlintasan rel tanpa palang pintu kawasan Kemijen, Semarang Utara.
”Dari pantauan, banyak ditemukan kunci bantalan rel yang hilang,” ungkap Danramil Semarang Utara, Kapten Sujono di sela-sela pengecekan, Rabu 8 Agustus 2012.
Dengan temuan tersebut, pihaknya akan segera melaporkan ke pihak PT KA Daop 6 Semarang. ”Hilangnya kunci bantalan rel bisa berbahaya. Oleh karena itu, hal ini akan langsung kami laporkan ke PT KA supaya segera ditangani,” ujar Sujono saat didampingi Camat Semarang Timur Sumarjo. Pemantauan jalur KA tersebut dilakukan untuk membantu PT KA dalam rangka memberikan kenyamanan dan keamanan perjalanan KA.
”Sebagai aparatur pemerintah, TNI juga memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan langkah- langkah antisipasi dalam rangka membantu PT KA menyiapkan jalur mudik Lebaran,” tandas Sujono.
Sujono mengatakan, selain memantau kondisi rel, pihaknya juga memantau sejumlah perlintasan KA yang tidak dilengkapi palang pintu untuk mengetahui tingkat kerawanan kecelakaan.
”Selama arus mudik kali ini kami akan menempatkan personel pada tiap perlintasan KA yang tidak memiliki palang pintu,” ujarnya.
Personel TNI juga akan turut serta melakukan pengamanan di posko-posko Lebaran, baik di stasiun maupun pelabuhan.
”Sesuai perintah pimpinan, kita diwajibkan turut serta melakukan pengamanan selama arus mudik dan balik lebaran,” kata Sujono.
Camat Semarang Timur Sumarjo menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang rumahnya dekat dengan perlintasan KA tanpa palang pintu untuk meningkatkan kewaspadaan.
”Setiap kelurahan yang ada perlintasan KA tanpa palang pintu sudah kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Sumarjo.
Kondisi yang sama juga terjadi di Brebes. Banyak baut yang jadi pengencang rel hilang serta beberapa kendur. Ketidakberesan kondisi rel berhasil ditemukan saat jajaran Polres Brebes menyisir rel KA di Pebatan,Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.
”Baut-baut rel banyak yang hilang di sana-sini. Kami akan segera sampaikan ini ke pihak PT KAI Daop 3,” ujar Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto.
Jika tidak cepat tertangani maka cepat atau lambat perjalanan KA bisa terganggu. Asisten Pemerintahan Sekda Brebes Suprapto mengatakan, pemerintah daerah baru mengetahui adanya rel KA di Brebes yang bautnya hilang dan juga kendur.
”Rel tidak ada baut atau ada tapi kendur, ya membahayakan. Kami akan segera sampaikan ke Daop 3 Cirebon,” ujar Suprapto.
(azh)