Warga keluhkan pembakaran sampah di TPS Liar
Selasa, 07 Agustus 2012 - 09:00 WIB
Warga keluhkan pembakaran sampah di TPS Liar
A
A
A
Sindonews.com - Warga Kompleks IKIP RT13/RW02, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur mengeluhkan adanya aktivitas pengerukan dan pembakaran sampah besar-besaran, yang dilakukan oleh oknum anggota ormas di tanah lapang pinggir Banjir Kanal Timur.
Selain membuat kualitas udara di sekitar menjadi penuh asap, pengerukan yang dilakukan di atas tanah lapang milik Lilis Kusuma tersebut disinyalir mengandung limbah B3. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat menggunakan masker ketika keluar rumah. Penggunaan masker ini akibat pembakaran sampah besar-besaran yang berujung timbulnya asap tebal dan mengganggu pernapasan masyarakat.
Sejumlah oknum ormas membakar sampah di sebuah tanah lapang yang digunakan un tuk menampung puing, tanah, dan sampah-sampah itu pun dibiarkan begitu saja. Winga, seorang warga menuturkan, bahwa kegiatan pengerukan dan pembakaran sampah di lokasi tersebut sudah dilakukan sejak dua hari silam. Banyaknya sampah yang dibakar membuat kobaran api pembakaran sampah tersebut menyala tinggi. Warga khawatir pembakaran sampah ini akan menjalar ke rumah warga.
Selain mengeluhkan pembakaran sampah, warga juga mengeluhkan aktivitas pengerukan lahan kosong di lokasi tersebut. Menurut Fajrul, sejak enam bulan lalu terjadi aktivitas pengerukan lahan kosong di tanah tersebut. Setelah dikeruk, sejumlah anggota ormas menjaga lokasi itu. "Yang jadi masalah, sekarang ini banyak truk-truk luar daerah yang membuang sampah di tanah kosong itu,” ucap Fajrul di Jakarta, Senin 6 Agustus 2012.
Wali Kota Jakarta Timur Murdhani saat dikonfirmasi malah mempertanyakan tentang keberadaan pengerukan lahan pinggir BKT yang sudah meresahkan warga. "Itu yang buang sampah siapa, harus dicek dulu siapa yang buang sampah di situ dan untuk apa,” ujarnya.
Murdhani menambahkan, jika memang ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya akan bersikap tegas, terutama jika hal tersebut melanggar peraturan.
Selain membuat kualitas udara di sekitar menjadi penuh asap, pengerukan yang dilakukan di atas tanah lapang milik Lilis Kusuma tersebut disinyalir mengandung limbah B3. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga terlihat menggunakan masker ketika keluar rumah. Penggunaan masker ini akibat pembakaran sampah besar-besaran yang berujung timbulnya asap tebal dan mengganggu pernapasan masyarakat.
Sejumlah oknum ormas membakar sampah di sebuah tanah lapang yang digunakan un tuk menampung puing, tanah, dan sampah-sampah itu pun dibiarkan begitu saja. Winga, seorang warga menuturkan, bahwa kegiatan pengerukan dan pembakaran sampah di lokasi tersebut sudah dilakukan sejak dua hari silam. Banyaknya sampah yang dibakar membuat kobaran api pembakaran sampah tersebut menyala tinggi. Warga khawatir pembakaran sampah ini akan menjalar ke rumah warga.
Selain mengeluhkan pembakaran sampah, warga juga mengeluhkan aktivitas pengerukan lahan kosong di lokasi tersebut. Menurut Fajrul, sejak enam bulan lalu terjadi aktivitas pengerukan lahan kosong di tanah tersebut. Setelah dikeruk, sejumlah anggota ormas menjaga lokasi itu. "Yang jadi masalah, sekarang ini banyak truk-truk luar daerah yang membuang sampah di tanah kosong itu,” ucap Fajrul di Jakarta, Senin 6 Agustus 2012.
Wali Kota Jakarta Timur Murdhani saat dikonfirmasi malah mempertanyakan tentang keberadaan pengerukan lahan pinggir BKT yang sudah meresahkan warga. "Itu yang buang sampah siapa, harus dicek dulu siapa yang buang sampah di situ dan untuk apa,” ujarnya.
Murdhani menambahkan, jika memang ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya akan bersikap tegas, terutama jika hal tersebut melanggar peraturan.
(lil)