Pegawai PU tewas ditembak rampok
Kamis, 02 Agustus 2012 - 09:21 WIB
Pegawai PU tewas ditembak rampok
A
A
A
Sindonews.com - Aksi perampokan pada siang hari kemarin menggegerkan Kota Solo. Satu korban tewas setelah ditembak perampok karena berupaya mempertahankan tasnya berisi uang Rp150 juta.
Korban tewas adalah Sido Suroso (46), warga Ponowaren, Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Saat kejadian, Suroso yang merupakan pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini tengah di depan Toko SS Com di Jalan Ki Hajar Dewantoro Nomor 53, Kentingan untuk berbelanja sejumlah perlengkapan komputer. Dia baru saja keluar dari mobil Toyota Avanza bernopol B 1018 EFT yang dikemudikan rekan kerjanya.
Namun tiba-tiba datang seorang pria yang menutupi sebagian wajahnya dengan kain slayer berusaha merebut tasnya. Suroso pun berupaya mempertahankan tas berisi uang Rp150 juta yang baru dicairkan di Bank BRI Jalan Slamet Riyadi itu. Namun upaya Suroso akhirnya gagal setelah perampok menembaknya. Setelah berhasil menggondol tas berisi uang gajian pekerja proyek tol Solo-Kertosono itu, perampok kabur ke arah timur (Ringroad).
Menurut sejumlah saksi, terdengar dua kali suara tembakan selama kejadian yang berlangsung singkat itu. Dua pelaku perampokan bersenjata api langsung kabur ke arah timur membawa hasil rampasan serta meninggalkan korban jatuh tersungkur bersimbah darah. “Saya mendengar dua kali tembakan ketika pelaku dan korban tarik menarik tas. Mereka (pelaku) kabur ke arah ringroad (timur)," ujar Joko Prihatin (27), juru parkir di sekitar lokasi kejadian, Rabu 1 Agustus 2012.
Perampokan yang berlangsung singkat itu juga disaksikan banyak orang, apalagi toko di belakang kampus UNS ini memang selalu ramai. Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu sebenarnya langsung meneriaki jambret terhadap pelaku. Namun warga tidak berani mengejar lebih jauh pelaku lantaran khawatir menjadi korban selanjutnya.
“Setelah menembak, pelaku masih menodongkan pistolnya. Jadi kami tidak berani mengejar dan hanya berteriak saja. Melihat korban sudah tergeletak, saya lebih baik menolongnya,” kata Tekad Wahyudi (39), pemilik bengkel di depan TKP.
Oleh rekan korban dibantu warga, Sido Suroso yang saat itu merintih kesakitan dilarikan ke RS DR Oen Kandang Sapi. Suroso terkena luka tembakan di bawah ketiak kirinya. Namun nahas, nyawanya tak bisa tertolong karena kehilangan banyak darah. Jenazah korban dibawa ke unit forensik RS DR Oen untuk diotopsi serta untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya.
Dua pelaku diketahui mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam. Pelaku penembakan berambut gondrong, mengenakan jaket warna gelap, serta menutup sebagian wajahnya dengan kain slayer. Sedangkan rekannya selaku joki kendaraan menutupi seluruh wajahnya dengan helm.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asjima’in menduga anggota komplotan rampok tiga orang lebih. Hal ini berdasarkan pola pergerakan yang tersusun rapi. Polisi hingga kemarin terus mendalami keterangan saksi dan melacak pelaku komplotan perampokan itu. "Satu pelaku mengawasi korban sewaktu keluar dari BRI dan dua pelaku mengintai mobil yang dikendarai oleh korban dan melakukan aksi perampokan,” kata Kapolresta.
Sementara itu sopir mobil yang dinaiki korban, M Irfan (25), warga Kartasura, Sukoharjo mengaku tujuan ke SS Com untuk keperluan belanja aksesori komputer. Dia merasa tak ada kejanggalan sepanjang perjalanan dari BRI di Jalan Slamet Riyadi menuju kawasan belakang kampus UNS kemarin siang. Dia juga mengaku tak tahu jika ada kendaraan yang membuntutinya.
Persiapan Perampok Matang
Kuat dugaan perampokan berdarah di SS Com, Kentingan dipersiapkan matang. Menurut penuturan penjual rujak keliling di sekitar lokasi, Rohmanto, dirinya menyaksikan dua orang berboncengan berlaku mencurigakan. Rohmanto yang biasa mangkal di depan pintu gerbang belakang kampus UNS tak menyangka dua orang yang sempat dicurigainya tersebut ternyata melakukan aksi brutal.
“Mereka bolak-balik dan bersembunyi di gang sebelah itu. Saya sendiri tidak menyadari hal itu, karena sibuk berdagang,” kata Rohmanto.
Menurut Andry Wibowo, dokter IGD RS Dr Oen Kandang Sapi, korban menderita luka parah. Peluru menembus dada sebelah kiri, tepatnya di bawah ketiak. Diduga pria tiga anak itu meninggal karena peluru juga menembus organ vital dalam tubuh. “Tapi yang lebih pasti penyebabnya menunggu hasil visum,” katanya.
Korban tewas adalah Sido Suroso (46), warga Ponowaren, Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Saat kejadian, Suroso yang merupakan pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini tengah di depan Toko SS Com di Jalan Ki Hajar Dewantoro Nomor 53, Kentingan untuk berbelanja sejumlah perlengkapan komputer. Dia baru saja keluar dari mobil Toyota Avanza bernopol B 1018 EFT yang dikemudikan rekan kerjanya.
Namun tiba-tiba datang seorang pria yang menutupi sebagian wajahnya dengan kain slayer berusaha merebut tasnya. Suroso pun berupaya mempertahankan tas berisi uang Rp150 juta yang baru dicairkan di Bank BRI Jalan Slamet Riyadi itu. Namun upaya Suroso akhirnya gagal setelah perampok menembaknya. Setelah berhasil menggondol tas berisi uang gajian pekerja proyek tol Solo-Kertosono itu, perampok kabur ke arah timur (Ringroad).
Menurut sejumlah saksi, terdengar dua kali suara tembakan selama kejadian yang berlangsung singkat itu. Dua pelaku perampokan bersenjata api langsung kabur ke arah timur membawa hasil rampasan serta meninggalkan korban jatuh tersungkur bersimbah darah. “Saya mendengar dua kali tembakan ketika pelaku dan korban tarik menarik tas. Mereka (pelaku) kabur ke arah ringroad (timur)," ujar Joko Prihatin (27), juru parkir di sekitar lokasi kejadian, Rabu 1 Agustus 2012.
Perampokan yang berlangsung singkat itu juga disaksikan banyak orang, apalagi toko di belakang kampus UNS ini memang selalu ramai. Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu sebenarnya langsung meneriaki jambret terhadap pelaku. Namun warga tidak berani mengejar lebih jauh pelaku lantaran khawatir menjadi korban selanjutnya.
“Setelah menembak, pelaku masih menodongkan pistolnya. Jadi kami tidak berani mengejar dan hanya berteriak saja. Melihat korban sudah tergeletak, saya lebih baik menolongnya,” kata Tekad Wahyudi (39), pemilik bengkel di depan TKP.
Oleh rekan korban dibantu warga, Sido Suroso yang saat itu merintih kesakitan dilarikan ke RS DR Oen Kandang Sapi. Suroso terkena luka tembakan di bawah ketiak kirinya. Namun nahas, nyawanya tak bisa tertolong karena kehilangan banyak darah. Jenazah korban dibawa ke unit forensik RS DR Oen untuk diotopsi serta untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuhnya.
Dua pelaku diketahui mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam. Pelaku penembakan berambut gondrong, mengenakan jaket warna gelap, serta menutup sebagian wajahnya dengan kain slayer. Sedangkan rekannya selaku joki kendaraan menutupi seluruh wajahnya dengan helm.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asjima’in menduga anggota komplotan rampok tiga orang lebih. Hal ini berdasarkan pola pergerakan yang tersusun rapi. Polisi hingga kemarin terus mendalami keterangan saksi dan melacak pelaku komplotan perampokan itu. "Satu pelaku mengawasi korban sewaktu keluar dari BRI dan dua pelaku mengintai mobil yang dikendarai oleh korban dan melakukan aksi perampokan,” kata Kapolresta.
Sementara itu sopir mobil yang dinaiki korban, M Irfan (25), warga Kartasura, Sukoharjo mengaku tujuan ke SS Com untuk keperluan belanja aksesori komputer. Dia merasa tak ada kejanggalan sepanjang perjalanan dari BRI di Jalan Slamet Riyadi menuju kawasan belakang kampus UNS kemarin siang. Dia juga mengaku tak tahu jika ada kendaraan yang membuntutinya.
Persiapan Perampok Matang
Kuat dugaan perampokan berdarah di SS Com, Kentingan dipersiapkan matang. Menurut penuturan penjual rujak keliling di sekitar lokasi, Rohmanto, dirinya menyaksikan dua orang berboncengan berlaku mencurigakan. Rohmanto yang biasa mangkal di depan pintu gerbang belakang kampus UNS tak menyangka dua orang yang sempat dicurigainya tersebut ternyata melakukan aksi brutal.
“Mereka bolak-balik dan bersembunyi di gang sebelah itu. Saya sendiri tidak menyadari hal itu, karena sibuk berdagang,” kata Rohmanto.
Menurut Andry Wibowo, dokter IGD RS Dr Oen Kandang Sapi, korban menderita luka parah. Peluru menembus dada sebelah kiri, tepatnya di bawah ketiak. Diduga pria tiga anak itu meninggal karena peluru juga menembus organ vital dalam tubuh. “Tapi yang lebih pasti penyebabnya menunggu hasil visum,” katanya.
(lil)