Jatim matangkan teknologi TPS bawah tanah
Selasa, 31 Juli 2012 - 12:14 WIB
Jatim matangkan teknologi TPS bawah tanah
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan teknologi tempat pembuangan sampah (TPS) di dalam tanah. Untuk rencana ini, Pemkot Surabaya menggandeng Institut Teknologi Surabaya (ITS) dalam melakukan uji coba.
Untuk pilot project TPS bawah tanah, dipilih Wonokromo dan Semut. Keduanya dipilih karena tingkat kepadatan penduduk yang tinggi sehingga volume sampah terus meningkat.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya Hidayat Sah menuturkan, keberadaan TPS bawah tanah memang untuk meminimalisir adanya bau dan lokasi ini dinilai cocok di lingkungan padat penduduk.
“Sekarang masih kami lakukan uji coba seperti kekedapan udara di lokasi yang akan ditanam TPS,” ujar Hidayat, Selasa (31/7/2012).
Mengenai cetak biru TPS bawah tanah ini, Hidayat mengungkapkan, bentuknya seperti bunker. TPS bawah tanah nantinya akan memendam besi bentuk persegi panjang berukuran 10x15 meter.
TPS nantinya berada di bawah permukaan tanah. Di atasnya, terdapat pintu untuk membuka dan menutup. “Jadi permukaan TPS itu bisa dipakai untuk jalan. Kalau mau masukan sampah tinggal membukanya saja,” jelasnya.
Konsep TPS bawah tanah sudah digunakan dibeberapa negara Eropa, salah satunya Jerman. Pemkot Surabaya ingin mengadopsi teknologi tersebut karena sudah kewalahan menangani volume sampah yang mencapai 19 ton perhari.
Untuk pilot project TPS bawah tanah, dipilih Wonokromo dan Semut. Keduanya dipilih karena tingkat kepadatan penduduk yang tinggi sehingga volume sampah terus meningkat.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya Hidayat Sah menuturkan, keberadaan TPS bawah tanah memang untuk meminimalisir adanya bau dan lokasi ini dinilai cocok di lingkungan padat penduduk.
“Sekarang masih kami lakukan uji coba seperti kekedapan udara di lokasi yang akan ditanam TPS,” ujar Hidayat, Selasa (31/7/2012).
Mengenai cetak biru TPS bawah tanah ini, Hidayat mengungkapkan, bentuknya seperti bunker. TPS bawah tanah nantinya akan memendam besi bentuk persegi panjang berukuran 10x15 meter.
TPS nantinya berada di bawah permukaan tanah. Di atasnya, terdapat pintu untuk membuka dan menutup. “Jadi permukaan TPS itu bisa dipakai untuk jalan. Kalau mau masukan sampah tinggal membukanya saja,” jelasnya.
Konsep TPS bawah tanah sudah digunakan dibeberapa negara Eropa, salah satunya Jerman. Pemkot Surabaya ingin mengadopsi teknologi tersebut karena sudah kewalahan menangani volume sampah yang mencapai 19 ton perhari.
(ysw)