Kapolres Sumenep akui salah tafsir

Rabu, 25 Juli 2012 - 09:54 WIB
Kapolres Sumenep akui...
Kapolres Sumenep akui salah tafsir
A A A
Sindonews.com - Kapolres Sumenep AKBP Dirin mengakui adanya salah tafsir dalam kasus penolakan ijazah Madrasah Aliyah (MA) 2 Pondok Pesantren An-Nuqoyah Sumenep dalam rekruitmen bintara Polri 2012.

Dia meminta maaf kepada keluarga besar Ponpes An-Nuqoyah dan publik. Hal itu disampaikan AKBP Dirin saat menerima pengurus Ponpes Annuqoyah, di Aula Sutanto Polres setempat,kemarin.

”Secara kelembagaan, Polres Sumenep meminta maaf kepada Ponpes Annuqayah dan masyarakat umum berkaitan dengan salah tafsir atas ijazah MA 2 Annuqayah,” ujar Dirin menjelaskan, Selasa (24/7/2012).

Kapolres berharap agar peristiwa ini tidak akan terulang kembali di masa akan datang. Dirinya menjamin kedepan ijazah MA Ponpes Annuqayah bisa digunakan untuk mendaftar sebagai anggota Polri. Hanya saja,lanjut Kapolres Kasus tersebut, dipastikan tidak akan menggagalkan rekruitmen polisi yang sudah berlangsung.Dia menegaskan, kalau yang bersangkutan yakni Muh Azhari, santri MA 2 Ponpes Annuqoyah yang mendaftar calon Bintara Polri, tetap tidak boleh mengikuti penerimaan anggota Polri.

Alasannya, tahapan penerimaan calon anggota Bintara Polri, sudah berjalan dan tinggal menunggu hasil pengumumam untuk lolos ke tahap pendidikan.

”Untuk tahapan seleksi tes tidak bisa digagalkan, karena sudah mendekati pengumuman,” ungkapnya.

Sementara, pengurus harian Ponpes Annuqayah, Desa/ Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep,Moh Husnan A.Nafi, mengatakan,permintaan maaf yang telah disampaikan Kapolres Sumenep itu, merupakan pemenuhan tuntutan yang telah diajukan.

Cuma, dia mendesak, tidak hanya minta maaf secara lisan saja, namun harus dimuat di media massa agar diketahui dan dibaca oleh masyarakat umum.

”Kalau permintaan maaf sudah diekspose oleh media massa, maka pihak Ponpes Annuqayah menganggap ada itikat baik,” ucapnya.

Ribuan santri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk Guluk, Sumenep, Selasa 17 Juli lalu menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Sumenep. Aksi ini sebagai bentuk protes atas ditolaknya pendaftaran M Azhari, alumni Madrasah Aliyah (MA) 2 Annuqayah dalam rekrutmen calon bintara Brimob dan Dalmas Polri.Alasan penolakan ijazah tidak diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam aksi tersebut sempat terjadi bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa.Akibat sejumlah santri dan polisi sempat terluka. M Azhari mendaftar secara online pada 11 Juni 2012, sebagai calon anggota Brigadir Brimob dan Dalmas.Pada 17 Juni lalu,Azhari dinyatakan tidak lulus administrasi, dengan alasan ijazah MA 2 Annuqayah tidak diakui oleh Kemendikbud.
(azh)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
14 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
23 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved