Bus KUPJ tabrak truk, 1 tewas
Selasa, 24 Juli 2012 - 09:13 WIB
Bus KUPJ tabrak truk, 1 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Tabrakan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa N4 Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Bus KUPJ Tour BK 7746 DO menabrak truk pengangkut tanah BM 8302 AJ hingga mengakibatkan seorang tewas dan tiga lainnya terluka.
Kecelakaan ini diduga dipicu aksi ugal-ugalan sopir bus KUPJ hingga berdampak fatal, yakni hilangnya nyawa penumpang bus, M Rajagukguk (56), warga Dusun Sidodadi, Desa Pulau Padang, Kecamatan BilahBarat, Labuhan batu. Korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, namun karena luka diderita cukup parah, jiwanya tak tertolong lagi.
Ketiga penumpang Bus KUPJ Tour yang mengalami luka ringan, yakni sopir bus Ronal Sitompul, (30) warga Asahan, Nuraini Pane (25) warga Desa Tanjung Haloban Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu dan kernet bus Eben (22), warga Medan.
Kepala Unit (Kanit) Gatur Kepolisian Sektor (Polsek) Aek Nabara Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Lardo menegaskan, berdasarkan keterangan beberapa saksi, sopir mengemudikan bus KUPJ Tour secara kencang sambil ugal-ugalan. Setibanya di lokasi kejadian sopir berusaha mendahului kendaraan di depannya,tetapi malapetaka yang terjadi.
“Sopir KPUJ Tour ugalugalan. Jadi, pas mau mendahului kendaraan di depannya, datang truk pengangkut pasir dari arah depan.Tabrakan pun tak terelakkan,” katanya kepada wartawan, Seni 23 Juli.
Berdasar informasi yang dihimpun SINDO, peristiwa tabrakan itu bermula ketika bus KUPJ Tour nomor pintu 468 F melaju kencang dari arah Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menuju Rantauprapat.
Ronal Sitompul yang mengemudikan bus tersebut kejar-kejaran dengan bus Betaham. Ketika KUPJ Tour ingin mendahului kendaraan di depannya, tiba-tiba datang truk pengangkut pasir dari arah berlawanan yang membuat Ronal telat membanting setir hingga tabrakan hebat terjadi. Bus KUPJ Tour dan truk pengangkut pasir terguling di badan jalan dan sempat membuat kemacetan arus lalu lintas di lokasi kejadian.
Sementara itu, empat penumpang bus KPUJ Tour mengalami luka-luka, satu di antaranya kritis akibat pendarahan. Sedangkan sopir truk pengangkut pasir melarikan diri sesaat tabrakan terjadi. Belakangan diketahui, sopir yang belum diketahui identitasnya berobat di salah satu klinik di Aek Nabara karena mengalami patah tulang tangan kiri.
Dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Rantauprapat, Nauli Asdam mengatakan, satu di antara korban tabrakan itu meninggal akibat luka yang dialami sangat parah. Sedangkan tiga lainnya mengalami patah tulang. “Mereka dalam perawatan kami,” ungkapnya.
Kecelakaan ini diduga dipicu aksi ugal-ugalan sopir bus KUPJ hingga berdampak fatal, yakni hilangnya nyawa penumpang bus, M Rajagukguk (56), warga Dusun Sidodadi, Desa Pulau Padang, Kecamatan BilahBarat, Labuhan batu. Korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, namun karena luka diderita cukup parah, jiwanya tak tertolong lagi.
Ketiga penumpang Bus KUPJ Tour yang mengalami luka ringan, yakni sopir bus Ronal Sitompul, (30) warga Asahan, Nuraini Pane (25) warga Desa Tanjung Haloban Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu dan kernet bus Eben (22), warga Medan.
Kepala Unit (Kanit) Gatur Kepolisian Sektor (Polsek) Aek Nabara Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Lardo menegaskan, berdasarkan keterangan beberapa saksi, sopir mengemudikan bus KUPJ Tour secara kencang sambil ugal-ugalan. Setibanya di lokasi kejadian sopir berusaha mendahului kendaraan di depannya,tetapi malapetaka yang terjadi.
“Sopir KPUJ Tour ugalugalan. Jadi, pas mau mendahului kendaraan di depannya, datang truk pengangkut pasir dari arah depan.Tabrakan pun tak terelakkan,” katanya kepada wartawan, Seni 23 Juli.
Berdasar informasi yang dihimpun SINDO, peristiwa tabrakan itu bermula ketika bus KUPJ Tour nomor pintu 468 F melaju kencang dari arah Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) menuju Rantauprapat.
Ronal Sitompul yang mengemudikan bus tersebut kejar-kejaran dengan bus Betaham. Ketika KUPJ Tour ingin mendahului kendaraan di depannya, tiba-tiba datang truk pengangkut pasir dari arah berlawanan yang membuat Ronal telat membanting setir hingga tabrakan hebat terjadi. Bus KUPJ Tour dan truk pengangkut pasir terguling di badan jalan dan sempat membuat kemacetan arus lalu lintas di lokasi kejadian.
Sementara itu, empat penumpang bus KPUJ Tour mengalami luka-luka, satu di antaranya kritis akibat pendarahan. Sedangkan sopir truk pengangkut pasir melarikan diri sesaat tabrakan terjadi. Belakangan diketahui, sopir yang belum diketahui identitasnya berobat di salah satu klinik di Aek Nabara karena mengalami patah tulang tangan kiri.
Dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Rantauprapat, Nauli Asdam mengatakan, satu di antara korban tabrakan itu meninggal akibat luka yang dialami sangat parah. Sedangkan tiga lainnya mengalami patah tulang. “Mereka dalam perawatan kami,” ungkapnya.
(azh)