8.000 polisi siap amankan Ramadan
Jum'at, 20 Juli 2012 - 08:59 WIB
8.000 polisi siap amankan Ramadan
A
A
A
Sindonews.com - Mengantisipasi tindak kriminalitas selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, Polda Metro Jaya mengerahkan 8.000 personel untuk diterjunkan ke sejumlah titik yang dinilai rawan tidak kriminalitas.
Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Pol Agung Budi Maryoto menerangkan, peningkatan kebutuhan hidup masyarakat pada Ramadan hingga menjelang Lebaran membuat sejumlah pelaku kejahatan nekat melakukan aksinya.
Catatan Biro Operasional Polda Metro Jaya,jenis kejahatan yang kerap terjadi selama puasa hingga menjelang Lebaran berupa perampokan, pencurian rumah kosong, hipnotis, dan pembiusan. Karena itu, Budi Marwoto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok saat keluar rumah.
Tidak hanya itu, polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu dan penjualan makanan kedaluwarsa yang biasa mengalami peningkatan selama Ramadan.
Untuk menekan angka tindak kriminalitas selama Ramadan ini, polisi akan lebih intens melakukan patroli di tempat keramaian dan rawan tindak kriminalitas. "Untuk pengamanan selama Ramadan hingga Lebaran kami akan terjunkan 8.000 personel polisi," ucapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menambahkan, ribuan personel polisi ini akan diterjunkan di sejumlah titik rawan tindak kriminalitas seperti pusat perbelanjaan, kawasan pertokoan, hingga permukiman penduduk.
Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya pada 2011,ada 54 titik rawan kriminalitas saat bulanRamadan. Selain menempatkan personel polisi, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawasi ada makanan kedaluwarsa yang beredar di masyarakat.
"Kami tidak akan segan-segan menindak pelaku kejahatan termasuk penjual makanan kedaluwarsa selama Ramadan ini," tegasnya.
Di bagian lain, Polda Banten telah menyiapkan 2.725 personel kepolisian untuk melakukan pengamanan selama Ramadan hingga Lebaran mendatang.
Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Pol Agung Budi Maryoto menerangkan, peningkatan kebutuhan hidup masyarakat pada Ramadan hingga menjelang Lebaran membuat sejumlah pelaku kejahatan nekat melakukan aksinya.
Catatan Biro Operasional Polda Metro Jaya,jenis kejahatan yang kerap terjadi selama puasa hingga menjelang Lebaran berupa perampokan, pencurian rumah kosong, hipnotis, dan pembiusan. Karena itu, Budi Marwoto mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok saat keluar rumah.
Tidak hanya itu, polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu dan penjualan makanan kedaluwarsa yang biasa mengalami peningkatan selama Ramadan.
Untuk menekan angka tindak kriminalitas selama Ramadan ini, polisi akan lebih intens melakukan patroli di tempat keramaian dan rawan tindak kriminalitas. "Untuk pengamanan selama Ramadan hingga Lebaran kami akan terjunkan 8.000 personel polisi," ucapnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menambahkan, ribuan personel polisi ini akan diterjunkan di sejumlah titik rawan tindak kriminalitas seperti pusat perbelanjaan, kawasan pertokoan, hingga permukiman penduduk.
Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya pada 2011,ada 54 titik rawan kriminalitas saat bulanRamadan. Selain menempatkan personel polisi, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawasi ada makanan kedaluwarsa yang beredar di masyarakat.
"Kami tidak akan segan-segan menindak pelaku kejahatan termasuk penjual makanan kedaluwarsa selama Ramadan ini," tegasnya.
Di bagian lain, Polda Banten telah menyiapkan 2.725 personel kepolisian untuk melakukan pengamanan selama Ramadan hingga Lebaran mendatang.
(san)