Cirebon sasaran pencari harta karun

Kamis, 24 Mei 2012 - 08:48 WIB
Cirebon sasaran pencari...
Cirebon sasaran pencari harta karun
A A A
Sindonews.com - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen Marinir Ikin Sodikin mengatakan, wilayah Perairan Pantura, Cirebon tergolong rawan penggalian dan pengambilan harta karun secara ilegal.

Kondisi itu tak lepas dari adanya kapal-kapal yang karam dari zaman kekaisaran China. Hal ini setidaknya pernah terjadi ketika ditemukan benda-benda bersejarah yang berharga peninggalan Dinasti Ming pada 2010.

"Di Cirebon, penggalian harta karun ilegal termasuk yang terawan. Penggalian apapun di wilayah perairan tetap harus memiliki izin, mengingat benda-benda semacam itu termasuk cagar budaya," tutur dia usai acara pisah-sambut Komandan Lanal Cirebon, di rumah jabatan Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu 23 Mei 2012 kemarin.

Dia menegaskan, pengamanan atas kerawanan itu menjadi tanggung jawab pangkalan Angkatan Laut (lanal) yang berkedudukan di Cirebon. Secara umum, perairan pantura merupakan lokasi pendaratan yang strategis bahkan dinilai baik.

Pantura dianggap lebih mudah untuk pendaratan dibanding pantai selatan yang bertebing. Karena itu, perairan pantura termasuk Cirebon, paling mudah dimasuki kapal-kapal perang dari luar. Hal ini telah menjadi perhatian sehingga dibutuhkan perkuatan lanal-lanal di sepanjang Pantura. Saat ini terdapat empat pos penjaga perairan Cirebon.

Sementara, untuk mengawasi perairan yang cukup luas, idealnya dibutuhkan enam hingga delapan pos penjagaan. Diakuinya, selain perairan Cirebon yang rawan penggalian harta karun ilegal, wilayah kerja Lantamal III juga terhitung rawan perompakan maupun penyelundupan imigran gelap.

Lantamal III dalam hal ini merupakan salah satu jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dimana kapal-kapal asing diperkenankan masuk wilayah perairan Indonesia. Dia mengingatkan, jangan sampai ada kapal-kapal perang asing yang tak terpantau.

Sementara itu, Danlanal Cirebon sebelumnya, Letkol Laut (P) Hamzah Soerjo Widodo, menyatakan, sepanjang satu tahun terakhir, belum ditemukan adanya penggalian ilegal harta karun. Namun, dia mengakui, perairan Cirebon rawan pengambilan benda pusaka secara ilegal.

"Yang terakhir ketika ditemukan harta karun dari Dinasti Ming. Untuk mengantisipasi itu, kami optimalkan patroli di Karawang, Subang, Indramayu, maupun Cirebon," tandas dia. (san)
()
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
2 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
3 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
4 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
4 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
5 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
5 jam yang lalu
Infografis
Tarif Trump Bikin Harta...
Tarif Trump Bikin Harta Orang Terkaya Dunia Susut Rp3.400 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved