Selebaran Tolak Jokowi, urusan Panwaslu DKI

Senin, 07 Mei 2012 - 18:28 WIB
Selebaran Tolak Jokowi,...
Selebaran Tolak Jokowi, urusan Panwaslu DKI
A A A
Sindonews.com - Selebaran yang menyudutkan antar bakal calon Gubernur (cagub) DKI Jakarta menjadi kewenangan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta selaku penyelenggara hanya bisa mengimbau untuk tak melakukan upaya kampanye negatif maupun kampanye hitam.

"Panwaslu lah urusannya. Selebaran gelap itu kalau dibilang kampanye negatif tidak bisa, karena belum musim kampanye, belum ada calon," ujar Ketua Pokja Kampanye pada KPU Provinsi DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2012).

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada para bakal calon yang mengikuti Pimilihan Umum Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta ini bisa menegakkan politik yang santun.

"Lebih baik kita berkompetisi dengan program visi-misi dari pada bekompetisi dengan membangun image buruk tentang kompetitor kita," tegasnya.

Dia menyebutkan selebaran yang menjatuhkan nama baik Jokowi itu bisa dikatakan sebagai gerakan politik. Namun demikian, diakuinya, dalam aturan kampanye dilarang untuk saling menghasut.

"Menyebarkan kebencian, menyebarkan fitnah, menyebabkan kerusuhan, menyinggung SARA, mempersoalkan NKRI dan Pancasila, ada semuanya di situ," imbuhnya.

Namun demikian ditegaskan olehnya, saat ini belum memasuki masa kampanye. "Tapi tinggal Panwaslu mengkaji, apakah ada pidana pemilu di situ atau tidak," katanya.

Sekadar diketahui, selebaran yang mengenai keburukan Jokowi banyak ditemukan di daerah Pejaten Jakarta Selatan. Selebaran yang berjudul 'Tolak Jokowi' memaparkan sejumlah fakta kegagalan Jokowi pada saat memimpin Kota Solo.

Di selembaran itu pun bertuliskan 'Tolak Pemimpin Haus Kekuasaan dan Tidak Amanah.' Di selebaran itu pula disebutkan bahwa pemerintahan Kota Solo adalah kota terkorup ke empat di Jawa Tengah.

Penduduk miskin Kota Solo disebutkan meningkat empat persen saat di pimpin Jokowi. Kota Solo juga disebut rutin mengalami banjir setiap tahunnya.
()
Berita Terkini
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
23 menit yang lalu
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
11 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
14 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
15 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
15 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
16 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved