Bentrok di Solo jadi tantangan bagi Jokowi
Sabtu, 05 Mei 2012 - 19:16 WIB
Bentrok di Solo jadi tantangan bagi Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Gangguan keamanan yang terjadi di Solo agaknya cukup menganggu konsentrasi calon Gubernur DKI Jakarta dari PDIP-Partai Gerindra, Joko Widodo (Jokowi)-Ahok. Pasalnya, gangguan keamanan tersebut terjadi menjelang jadwal kampanye pasangan calon Gubernur DKI Jakarta.
"Memang ada beberapa analisi dan tanggapan kerterkaitan beberapa faktor yang terjadi di Solo. Tapi yang jelas apapun kejadiannya, Pak Jokowi mencoba full untuk meredam apa yang terjadi di antara warga Solo," ujar anggota Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Dwi Rio Sambodo, di Gedung Menza, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2012).
Ditambahkan dia, saat ini Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo aktif. Namun, persoalan itu akan diatasinya dengan profesional dan hal inilah yang menjadi tolok ukur Jokowi dalam menyelesaikan persoalan. Jika dia mampu, maka warga Jakarta akan lebih percaya. Sebaliknya, jika gagal dan kekacauan meluas, warga akan pesimis dengannya.
"Yang pasti, niat menjadi cagub DKI itu sudah dikomunikasikan dengan berbagai elemen masyarakat, sperti DPRD, dan berbagai pihak di Solo. Bahkan, sebelumnya ada acara untuk memberikan dukungan moral kepada Pak Jokowi untuk maju di Jakarta," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, telah terjadi bentrokan antara dua kelompok massa di Kampung Sewu, Jebres, Solo pada Kamis 3 Mei 2012. Kerusuhan pecah dan memburuk karena tak ada tindakan dari aparat keamanan yang bertugas di lokasi. Alhasil, massa yang mangamuk dapat leluasa melakukan pembakaran.
Dalam kerusuhan itu tercatat, satu unit sepeda motor bernopol AD 5432 BZ dan beberapa orang mengalami luka-luka. Beberapa kalangan memandang, bentrokan di Solo telah dikondisikan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak suka dengan pasangan Jokowi-Ahok yang maju dalam Pilgub Jakarta. (san)
"Memang ada beberapa analisi dan tanggapan kerterkaitan beberapa faktor yang terjadi di Solo. Tapi yang jelas apapun kejadiannya, Pak Jokowi mencoba full untuk meredam apa yang terjadi di antara warga Solo," ujar anggota Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Dwi Rio Sambodo, di Gedung Menza, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2012).
Ditambahkan dia, saat ini Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo aktif. Namun, persoalan itu akan diatasinya dengan profesional dan hal inilah yang menjadi tolok ukur Jokowi dalam menyelesaikan persoalan. Jika dia mampu, maka warga Jakarta akan lebih percaya. Sebaliknya, jika gagal dan kekacauan meluas, warga akan pesimis dengannya.
"Yang pasti, niat menjadi cagub DKI itu sudah dikomunikasikan dengan berbagai elemen masyarakat, sperti DPRD, dan berbagai pihak di Solo. Bahkan, sebelumnya ada acara untuk memberikan dukungan moral kepada Pak Jokowi untuk maju di Jakarta," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, telah terjadi bentrokan antara dua kelompok massa di Kampung Sewu, Jebres, Solo pada Kamis 3 Mei 2012. Kerusuhan pecah dan memburuk karena tak ada tindakan dari aparat keamanan yang bertugas di lokasi. Alhasil, massa yang mangamuk dapat leluasa melakukan pembakaran.
Dalam kerusuhan itu tercatat, satu unit sepeda motor bernopol AD 5432 BZ dan beberapa orang mengalami luka-luka. Beberapa kalangan memandang, bentrokan di Solo telah dikondisikan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak suka dengan pasangan Jokowi-Ahok yang maju dalam Pilgub Jakarta. (san)
()