RS di Tangerang tak mau layani warga miskin
Jum'at, 13 April 2012 - 11:00 WIB
RS di Tangerang tak mau layani warga miskin
A
A
A
Sindonews.com - Program kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu yang dicanangkan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim di Kota Tangerang tidak berjalan mulus. Banyak rumah sakit yang coba berkelit saat masyarakat tidak mampu membutuhkan layanan kesehatan.
Alasan utama yang paling sering dilakukan rumah sakit saat warga mengakses program ini ataupun program Jamkesmas untuk rawat inap adalah tidak adanya kamar untuk layanan itu. Pihak rumah sakit selalu mengatakan kamar penuh bila ada pasien rujukan program ini.
"Saya sering dapat laporan dari warga, kalau berobat dengan kedua program ini sulit. Apalagi kalau harus rawat inap, rumah sakit pasti berdalih kamar penuh," kata Edi, Ketua RT 05/03, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, pada anggota DPRD Provinsi Banten, Jumat (13/4/2012).
Tak hanya pelayanan rumah sakit rujukan yang dikeluhkan warga Pasir Jaya, tapi juga pelayanan Puskesmas yang kerap kehabisan obat.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Banten Toha yang hadir dalam reses mengaku akan menjembatani keluhan warga tersebut kepada pihak terkait yang berwenang. "Kami akan dorong Pemkot Tangerang untuk mencarikan penyelesaiannya," terang Toha.
Seperti diketahui, Pemkot Tangerang menggulirkan program kesehatan gratis bagi seluruh warganya di kelas 3 rumah sakit di Kota Tangerang sejak awal Januari 2012.
Warga yang masuk rumah sakit tidak perlu membayar perawatan di kelas 3 asalkan melampirkan KTP dan KK Kota Tangerang. Pemerintah akan membayar biaya pengobatan warganya ini. Sayang, tidak semua rumah sakit merespon program kerakyatan itu. (san)
Alasan utama yang paling sering dilakukan rumah sakit saat warga mengakses program ini ataupun program Jamkesmas untuk rawat inap adalah tidak adanya kamar untuk layanan itu. Pihak rumah sakit selalu mengatakan kamar penuh bila ada pasien rujukan program ini.
"Saya sering dapat laporan dari warga, kalau berobat dengan kedua program ini sulit. Apalagi kalau harus rawat inap, rumah sakit pasti berdalih kamar penuh," kata Edi, Ketua RT 05/03, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, pada anggota DPRD Provinsi Banten, Jumat (13/4/2012).
Tak hanya pelayanan rumah sakit rujukan yang dikeluhkan warga Pasir Jaya, tapi juga pelayanan Puskesmas yang kerap kehabisan obat.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Banten Toha yang hadir dalam reses mengaku akan menjembatani keluhan warga tersebut kepada pihak terkait yang berwenang. "Kami akan dorong Pemkot Tangerang untuk mencarikan penyelesaiannya," terang Toha.
Seperti diketahui, Pemkot Tangerang menggulirkan program kesehatan gratis bagi seluruh warganya di kelas 3 rumah sakit di Kota Tangerang sejak awal Januari 2012.
Warga yang masuk rumah sakit tidak perlu membayar perawatan di kelas 3 asalkan melampirkan KTP dan KK Kota Tangerang. Pemerintah akan membayar biaya pengobatan warganya ini. Sayang, tidak semua rumah sakit merespon program kerakyatan itu. (san)
()