BBM belum naik, petani sudah tercekik
Selasa, 03 April 2012 - 14:05 WIB
BBM belum naik, petani sudah tercekik
A
A
A
Sindonews.com - Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah berimbas dengan kenaikan harga produksi yang mencekik petani. Tercatat, sejumlah kebutuhan petani mulai dari benih, pupuk, sewa tanah, traktor dan pompa air sudah naik.
"Bahkan, baru rencana kenaikan harga BBM sudah memberi dampak sosial dan ekonomi di berbagai daerah," ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih kepada wartawan dalam siaran persnya di kantor sekretariat Serikat Petani Indonesia, Jalan Mampang Prapatan XIV, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2012).
Di Ponorogo misalnya. Petani yang ingin membeli solar dalam jumlah yang cukup besar untuk traktor dan mesin perontok padi, harus mengantongi surat keterangan terlebih dahulu dari dari kepala desa. Hal tersebut karena ada kekawatiran petani akan menimbun bahan bakar tersebut.
"Masalah lain yang ditimbulkan juga melingkupi masalah ekonomi seperti biaya operasional pertanian. Sebagai contoh, harga sewa traktor yang saat ini rata-rata sebesar Rp500 ribu per hektar, dengan adanya kenaikan harga BBM diperkirakan harga sewanya menjadi Rp700 ribu," terangnya.
Hal itu dirasakan semakin berat bagi para petani penyewa. "Belum lagi bagi petani penyewa, bisa dipastikan sewa tanah akan naik," tambahnya. (san)
"Bahkan, baru rencana kenaikan harga BBM sudah memberi dampak sosial dan ekonomi di berbagai daerah," ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih kepada wartawan dalam siaran persnya di kantor sekretariat Serikat Petani Indonesia, Jalan Mampang Prapatan XIV, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2012).
Di Ponorogo misalnya. Petani yang ingin membeli solar dalam jumlah yang cukup besar untuk traktor dan mesin perontok padi, harus mengantongi surat keterangan terlebih dahulu dari dari kepala desa. Hal tersebut karena ada kekawatiran petani akan menimbun bahan bakar tersebut.
"Masalah lain yang ditimbulkan juga melingkupi masalah ekonomi seperti biaya operasional pertanian. Sebagai contoh, harga sewa traktor yang saat ini rata-rata sebesar Rp500 ribu per hektar, dengan adanya kenaikan harga BBM diperkirakan harga sewanya menjadi Rp700 ribu," terangnya.
Hal itu dirasakan semakin berat bagi para petani penyewa. "Belum lagi bagi petani penyewa, bisa dipastikan sewa tanah akan naik," tambahnya. (san)
()