Kapolri: Jangan ada lagi pembacokan di ruang sidang
Kamis, 01 Maret 2012 - 14:47 WIB
Kapolri: Jangan ada lagi pembacokan di ruang sidang
A
A
A
Sindonews.com - Pasca insiden pembacokan Jaksa Sistoyo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, pihak Kepolisian akan memperketat pengamanan.
"Pengamanan all out, apapun posisi mereka. Keamanan akan menjadi tanggung jawab Polri," ujar Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Timur Pradopo usai menghadiri pelantikan Ketua Mahkamah Agung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Selain itu, sambung Timur, pihaknya akan melakukan evaluasi atas terjadinya peristiwa pembacokan tersebut. "Kemudian akan kami evaluasi. Langkah selanjutnya adalah penegakan hukumnya. Kita proses sesuai penegakan hukum," tutur jenderal bintang empat ini.
Menurut Timur, peristiwa seperti itu tidak boleh lagi terjadi. Terkait pengamanan ruang sidang di pengadilan juga akan dikoordinasikan. Namun Timur enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait standar pengamanan tersebut. Sementara motif pembacokan pihaknya masih terus menyelidiki.
Seperti diketahui, mantan jaksa Kejaksaan Negeri Cibinong, Sistoyo, diserang senjata tajam usai sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat pada Rabu 29 Februari 2012.
Kening Sistoyo luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara pelaku yang membacok Sistoyo langsung diciduk polisi dan diamankan. Kejadian tersebut bermula sekira 10.00 WIB, di lantai dua Ruang Sidang Utama PN Bandung. Terdakwa kasus suap Rp100 juta yang ditangkap KPK itu baru saja selesai menjalani sidang eksepsi.
Begitu keluar ruang sidang, tiba-tiba seorang pelaku menghampiri Sistoyo yang mengenakan batik gelap. "Penghianat kamu," kata pria setengah baya itu sambil memukulkan golok ke kepalanya.
Golok mendarat di kening Sistoyo, tepatnya di antara dua matanya. Darah berceceran dari lantai dua hingga lantai satu ruang sidang. (san)
"Pengamanan all out, apapun posisi mereka. Keamanan akan menjadi tanggung jawab Polri," ujar Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol Timur Pradopo usai menghadiri pelantikan Ketua Mahkamah Agung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Selain itu, sambung Timur, pihaknya akan melakukan evaluasi atas terjadinya peristiwa pembacokan tersebut. "Kemudian akan kami evaluasi. Langkah selanjutnya adalah penegakan hukumnya. Kita proses sesuai penegakan hukum," tutur jenderal bintang empat ini.
Menurut Timur, peristiwa seperti itu tidak boleh lagi terjadi. Terkait pengamanan ruang sidang di pengadilan juga akan dikoordinasikan. Namun Timur enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait standar pengamanan tersebut. Sementara motif pembacokan pihaknya masih terus menyelidiki.
Seperti diketahui, mantan jaksa Kejaksaan Negeri Cibinong, Sistoyo, diserang senjata tajam usai sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat pada Rabu 29 Februari 2012.
Kening Sistoyo luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara pelaku yang membacok Sistoyo langsung diciduk polisi dan diamankan. Kejadian tersebut bermula sekira 10.00 WIB, di lantai dua Ruang Sidang Utama PN Bandung. Terdakwa kasus suap Rp100 juta yang ditangkap KPK itu baru saja selesai menjalani sidang eksepsi.
Begitu keluar ruang sidang, tiba-tiba seorang pelaku menghampiri Sistoyo yang mengenakan batik gelap. "Penghianat kamu," kata pria setengah baya itu sambil memukulkan golok ke kepalanya.
Golok mendarat di kening Sistoyo, tepatnya di antara dua matanya. Darah berceceran dari lantai dua hingga lantai satu ruang sidang. (san)
()