Karena nganggur, lantas bentuk ormas

Sabtu, 25 Februari 2012 - 15:42 WIB
Karena nganggur, lantas...
Karena nganggur, lantas bentuk ormas
A A A
Sindonews.com - Belakangan ini marak terjadi kekerasan dilakukan organisasi masyarakat (ormas) maupun kelompok tertentu. Akar utama dari kekerasan tak lain adalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Maka itu, negara harus mampu menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Hal yang penting dan perlu disediakan negara adalah lapangan pekerjaan," ujar Pengamat Sosial Mudji Sutrisno seusai acara diskusi polemik Sindo Radio bertema "Parpol Menuju Titik Nadir" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2012).

Salah satu contoh, penyerangan dilakukan kelompok Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto di Jalan Abdul Rahman Saleh Jakarta Pusat.

Menurut Mudji, munculnya kelompok-kelompok dan ormas itu lantaran banyaknya pengangguran. Karena tak punya pekerjaan mereka kemudian bergabung dengan atau membentuk ormas.

Bahkan kemudian muncul ormas mengatasnamakan agama tapi melakuka tindakan anarkis. "Stop kekerasan mengatasnamakan agama. Yang kita stop adalah jalan kekerasan untuk mencapai tujuan, Karena itu tidak beradab," tegasnya.

Jika Indonesia tak menghargai kemajemukan, keberagaman, perbedaan agama dan suku, itu jalan yang biadab.(lin)
()
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
42 menit yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
42 menit yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
4 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
7 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved