Imigran nekat lubangi tembok Rutan Pajangan

Rabu, 22 Februari 2012 - 09:12 WIB
Imigran nekat lubangi...
Imigran nekat lubangi tembok Rutan Pajangan
A A A
Sindonews.com - Sembilan imigran gelap yang dikarantina di rumah tahanan (rutan) Pajangan, Bantul kembali berulah dengan berusaha kabur. Aksi mereka tergolong nekat, yakni dengan melubangi tembok rutan.

Apes, upaya mereka gagal karena tepergok petugas rutan pada Senin malam (20/2). Informasi yang diperoleh SINDO menyebutkan, para imigran ini mulai melubangi tembok dengan pompa tangan besi yang mereka bawa di dalam tas.

Sedikit demi sedikit, lubang yang mereka buat makin lebar. Hingga Senin malam lubang yang dibuat tersebut besarnya hampir seukuran kepala orang dewasa.

”Peralatan mereka sudah diamankan. Kami juga sudah berkoordinasi agar semua barang bawaan yang ada di dalam tas diamankan agar tidak digunakan untuk kabur,” ujar staf Penindakan Disiplin Kantor Imigrasi kelas I Yogyakarta Yanuar Teguh, kemarin.

Dijelaskannya, sebanyak 35 imigrandikarantinadiRutanPajangan sejak upaya mereka menyelundup ke Australia digagalkan Polres Bantul di Pantai Samas pada 16 Februari lalu.Mereka diamankan di Blok C dan Blok D Rutan Pajangan.

”Yang berusaha kabur adalah tahanan di Blok C nomor 4 yang dihuni sembilan imigran,”terangnya.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai penanganan imigran gelap tersebut. Pihak imigrasi masih berkoordinasi mengenai rencana mengirim imigran gelap ini kembali ke Jakarta atau langsung melakukan deportasi ke negara asal.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Dewi Hartati mengaku sudah mengirimkan personel ke Rutan Pajangan untuk membantu pengamanan.

”Kita sudah perintahkan anggota menambah personel untuk berjaga-jaga di rutan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk meminimalisir penyelundupan manusia yang sering melintasi wilayah Bantul. Kasatreskrim Polres Bantul AKP Alaal Prasetya mengungkapkan, upaya ini dilakukan untuk koordinasi penanganan kasus.

” Jadi kita mengurus orang Indonesia,mereka yang mengurus orang asingnya,”jelasnya. Namun demikian, Alaal mengaku masih kesulitan dalam mengungkap sindikat penyelundup manusia ini. ”Orang yang kita curigai kabur.Kita belum mendapatkan titik terang,” pungkasnya.(lin)
()
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
25 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
37 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
53 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved