20 kecamatan di Kuningan rawan longsor

Kamis, 16 Februari 2012 - 08:51 WIB
20 kecamatan di Kuningan...
20 kecamatan di Kuningan rawan longsor
A A A
Sindonwes.com - Badan Geologi mendata, 20 kecamatan di Kabupaten Kuningan masuk dalam daerah rawan longsor. 13 kecamatan di antaranya berada dalam kategori pergerakan tanah tinggi.

"Dari 20 kecamatan itu, tujuh kecamatan masuk pada potensi gerakan tanah menengah, dan 13 kecamatan sisanya masuk potensi gerakan tanah tinggi," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Kadinsosnaker) Dadang Supardan, kemarin.

Dia menyebutkan, 13 kecamatan yang berada dalam pergerakan tanah tinggi adalah Kecamatan Subang, Selajambe, Garawangi, Cidahu, Pasawahan, Ciwaru, Karangkancana, Cigugur, Jalaksana, Lebakwangi, Ciawigebang, Ciniru, Luragung, dan Cibingbin.

Sementara tujuh kecamatan yang berpotensi pergerakan tanah menengah yaitu Kecamatan Cilimus, Kuningan, Kramatmulya, Mandirancan, Kadugede, Pasawahan, dan Darma.

Dia menjelaskan, wilayah yang mempunyai potensi pergerakan tanah tinggi itu berada di wilayah timur dan selatan Kuningan seperti Cibingbin, Cidahu, Ciwaru, dan Karangkancana. Kondisi curah hujan tinggi sangat berpotensi memicu pergeseran tanah. Karena itu, tak heran dalam beberapa waktu terakhir daerah tersebut kerap dilanda tanah longsor.

Sementara pada zona berpotensi menengah berada pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau lereng yang mengalami gangguan. Kondisi itu juga sangat dipengaruhi dengan curah hujan di atas normal.

"Perlu diwaspadai juga untuk daerah Kecamatan Pasawahan, Jalaksana, dan Mandirancan yang berada di daerah berbukit dan terdapat banyak sumber mata air, pergerakan tanah di daerah tersebut tergolong menengah-tinggi, namun berpotensi terjadi banjir bandang," kata Dadang.

Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda mengingatkan kepada para camat untuk rajin turun ke desa-desa memantau kondisi daerahnya yang tergolong rawan bencana.

"Saya sudah membuat surat edaran untuk para camat agar turun ke lapangan, memantau aliran sungai dan tebing-tebing yang berpotensi longsor. Lakukan pencegahan sedini mungkin seperti membangun penahan dari bambu ibarat paku untuk menahan supaya tanah tidak longsor," kata Aang saat meninjau lokasi Longsor di Dusun Cimeong, Desa/Kecamatan Ciwaru, kemarin.

Bagi daerah yang sudah terkena bencana, Aang telah menginstruksikan kepada instansi terkait untuk segera melakukan tindakan tanggap darurat bencana mulai dari evakuasi korban hingga penyaluran sembako.

"Kabupaten Kuningan telah menyiapkan anggaran untuk tanggap bencana ini sebesar Rp6 miliar dari anggaran tak terduga dalam APBD Kuningan. Mudah-mudahan dana tersebut dapat mencukupi," tandas Aang. (san)
()
Berita Terkini
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
3 jam yang lalu
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
4 jam yang lalu
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
4 jam yang lalu
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
4 jam yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
5 jam yang lalu
Masyarakat Diimbau Jaga...
Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman 3 Meter dari Jaringan dan Instalasi Listrik
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved