Tak ada piramida raksasa di Gunung Lalakon

Senin, 13 Februari 2012 - 08:56 WIB
Tak ada piramida raksasa...
Tak ada piramida raksasa di Gunung Lalakon
A A A
Sindonews.com – Pemkab Bandung menegaskan tidak memberikan izin penggalian dan penelitian Yayasan Turangga Seta dalam mengungkap misteri yang terpendam di Gunung Lalakon. Yang disinyalir terdapat piramida raksasa buatan manusia di Kampung Badaraksa, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Pertambangan, dan Energi (SDAPE) Kabupaten Bandung, Sofyan Sulaeman beralasan, untuk sementara ini Pemkab Bandung tidak pernah mengeluarkan izin penelitian seperti yang halnya diminta Turangga Seta.

"Karena ini menyangkut sebuah piramida, setahu saya izin penelitiannya dikeluarkan oleh badan kepurbakalaan, bukan oleh tingkat kabupaten. Oleh karena itulah Dinas SDAPE tidak mau gegabah mengeluarkan izin kepada Yayasan Turangga Seta," jelas Sofyan kepada wartawan, kemarin.

Diakuinya, metode penelitian yang digunakan yayasan tidak seperti lazimnya, yaitu dengan menggunakan geolistrik sehingga akhirnya menyimpulkan adanya piramida di dalam Gunung Lalakon.

Sementara itu, para pakar keperbukalaan dan Badan Geologi menyakini bahwa bebatuan yang terpendam di Gunung Lalakon hanyalah batuan yang terbentuk secara alamiah akibat letusan gunung berapi purba. "Jadi, para pakar menyatakan susunan bebatuan di dalam gunung tersebut bukan dibangun oleh manusia," tandasnya.

Sementara itu, peneliti dari pusat survei geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM, Sutikno Bronto berpendapat Gunung Lalakon dan Gunung Sadahurip di Kabupaten Garut hanya merupakan sisa-sisa gunung api purba. Bukan hanya Gunung Sadahurip dan Gunung Lalakon, Gunung Padang di Kabupaten Cianjur pun merupakan sisa-sisa gunung api purba yang pernah ada, namun tidak meletus.

MenurutSutikno, GunungLalakon merupakan sisa-sisa dari gunung api purba Soreang yang terbentuk sekitar dua juta hingga lima juta tahun yang lalu akibat magmanya yang naik ke atas. Namun, katanya, gunung api purba Soreang ini tidak meletus, sehingga membentuk batuan kekar kolom seperti sekarang.

"Jika batu kekarkolom ini kemudian disebut batu beronjong piramida Lalakon, perlu ada penelitian lebih lanjut," ujarnya.

Sutikno menjelaskan, di daerah Bandung Selatan terdapat daerah perbukitan yang diinterpetasikan sebagai gunung api purba Soreang. Di kawasan itu terdapat sebuah bukit yang dinamakan Gunung Lalakon.

Bentuknya yang menyerupai kerucut seperti piramid atau prisma terpancung bukit di sekitarnya, misalnya Gunung Pancir dan Gunung Paseban, tersusun oleh andesit yang merupakan interusi semigunung api di dalam gunung api purba Soreang.

"Gunung Lalakon juga sebagai bagian dari batuan semigunung api, yang di bagian puncaknya masih tersisa kekar kolom yang menyerupai kerucut piramid," kata Sutikno. (san)
()
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
9 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved