Bom ikan, lima nelayan asal Lampung dibekuk

Rabu, 08 Februari 2012 - 11:45 WIB
Bom ikan, lima nelayan...
Bom ikan, lima nelayan asal Lampung dibekuk
A A A
Sindonews.com – Patroli Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) Sibolga menangkap sebanyak lima orang nelayan asing. Pemboman ikan itu dilakukan di perairan laut Mursalah, Pulau Mansalar, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa 7 Februrai 2012, pukul 00.22 WIB.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Dan Lanal) Sibolga Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Ridwan Purnomo menjelaskan, kelima pelaku merupakan warga daerah lain dimana empat diantaranya merupakan warga Lampung yakni Suana (34), sebagai Nahkoda, Iran (24), Dedi (36), Suhendi (24), serta satu orang warga Tanjung Balai bernama Riski (28).

"Semua ini tinggal di Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapteng," katanya menjawab wartawan di Sibolga usai penangkapan terhadap kelima nelayan asing tersebut.

Dia mengatakan, penangkapan berawal atas penciuman pihaknya mengenai masih ada kegiatan pemboman ikan di perairan laut Teluk Tapian Nauli, Tapteng. Setelah dilakukan penyisiran, Patroli AL menemukan kelima pelaku sedang beraktivitas melakukan pemboman di perairan laut P Mursalah.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut, para tersangka akan kita serahkan ke Polres Tapteng. Sedangkan barang bukti berupa perahu motor, jaring pengumpul ikan, selang, detonator, mesin kompresor, timah, korek api, dan alat-alat lain yang digunakan untuk melakukan pengeboman ikan, masih kita amankan di Dermaga Kompleks Oswald Siahaan, Kota Sibolga," bebernya.

Sementara itu, Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang yang berkesempatan datang melihat penangkapan, saat diwawancarai wartawan merasa yakin, bahwa kelima pelaku hanya lah 'pion' yang disuruh dan dimodali. Sementara pelaku intelektualnya selaku pemilik hasil adalah masyarakat Tapteng.

"Mereka ini korban dan pasti ada orang lain sebagai otak di belakangnya. Maka itu, saya sangat berharap pihak kepolisian dapat mengembangkan dan mengusut tuntas siapa otaknya," tutur Bupati.

Raja Bonaran mengaku prihatin dengan masih adanya aksi pengeboman ikan di laut Pulau Mursala. Padahal, pihaknya telah berulangkali menyerukan kepada masyarakat untuk menghentikan pengeboman di laut.

"Saya sangat prihatin, Presiden, Watimpres, Kapoldasu, Kapolres, unsur pimpinan TNI di daerah pun sudah berseru Hentikan Pengeboman. Tapi masyarakat tetap tidak mau mengindahkan," pungkasnya. (san)
()
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
8 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
8 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved