Polisi beri pengamanan khusus bagi Afriyani
Senin, 06 Februari 2012 - 16:11 WIB
Polisi beri pengamanan khusus bagi Afriyani
A
A
A
Sindonews.com- Pihak kepolisian berencana menggelar rekonstruksi terkait kasus kecelakaan maut oleh Afriyani Susanti (29) di daerah Tugu Tani, Jakarta Pusat, 22 Januari lalu, yang menyebabkan sembilan nyawa melayang. Dalam rekonstruksi itu, polisi akan memberikan pengamanan khusus terhadap Afriyani.
"Polri akan memberikan pengamanan khusus itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman yang ada. Mengingat begitu banyak warga yang membenci tersangka dalam kasus tersebut, Afriani Susanti," ucap Kepala Bidang Humas Mapolda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada Sindonews di Mapolda Metrojaya, Senin (6/2/2012).
Menurutnya, ancaman tersebut baru bisa diketahui saat digelarnya rekonstruksi kecelakaan nantinya. Namun, jumlah personel yang akan diturunkan untuk melakukan pengamanan khusus itu belum dipastikan.
"Kalau mau digelar, kita mau pelajari hari rekonstruksi itu hari kerja atau bukan. Berapa jumlah kendaraan yang lalu lalang pada waktu harinya. Banyak warga mengerubung apa tidak. Dan radius berapa meter, warga yang boleh melihat dari tempat rekonstruksi itu," ujarnya.
Perlu diketahui, rekonstruksi kecelakaan itu seharusnya dilakukan pada hari ini. Namun pihaknya menunda, lantaran proses pemeriksaan masih berlangsung.
Rikwanto belum memastikan kapan pastinya rekonstruksi itu akan digelar. Namun, dia memperkirakan rekonstruksi akan digelar pada minggu depan. (wbs)
"Polri akan memberikan pengamanan khusus itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman yang ada. Mengingat begitu banyak warga yang membenci tersangka dalam kasus tersebut, Afriani Susanti," ucap Kepala Bidang Humas Mapolda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada Sindonews di Mapolda Metrojaya, Senin (6/2/2012).
Menurutnya, ancaman tersebut baru bisa diketahui saat digelarnya rekonstruksi kecelakaan nantinya. Namun, jumlah personel yang akan diturunkan untuk melakukan pengamanan khusus itu belum dipastikan.
"Kalau mau digelar, kita mau pelajari hari rekonstruksi itu hari kerja atau bukan. Berapa jumlah kendaraan yang lalu lalang pada waktu harinya. Banyak warga mengerubung apa tidak. Dan radius berapa meter, warga yang boleh melihat dari tempat rekonstruksi itu," ujarnya.
Perlu diketahui, rekonstruksi kecelakaan itu seharusnya dilakukan pada hari ini. Namun pihaknya menunda, lantaran proses pemeriksaan masih berlangsung.
Rikwanto belum memastikan kapan pastinya rekonstruksi itu akan digelar. Namun, dia memperkirakan rekonstruksi akan digelar pada minggu depan. (wbs)
()