Kasus Bima, polisi akui ada pelanggaran tapi bukan pembunuhan
Rabu, 01 Februari 2012 - 16:27 WIB
Kasus Bima, polisi akui ada pelanggaran tapi bukan pembunuhan
A
A
A
Sindonews.com - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Arief Wachyunadi berupaya meyakinkan anggota Komisi III DPR soal tidak adanya penembakan dan pembunuhan dilakukan anak buah saat menangani pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun dia membenarkan ada pelanggaran disiplin dilakukan beberapa saat melakukan pengamanan digelar.
Sebagai pimpinan kepolisian di Bima, pihaknya siap menindak anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin itu. Saat ini, kasusnya masih diproses Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
"Kami tetap akan tindak anggota yang terlibat pelanggaran, ini sesuai Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2003. Hukuman maksimalnya penjara 21 hari," ujarnya di ruang rapat kerja Komisi III DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Bentuk pelanggaran disiplin yang dimaksud Kapolda NTB ini adalah tindakan anggotanya yang keluar dari peleton saat pengamanan rusuh itu digelar.
"Jadi ada beberapa di antara polisi dalam peleton pengamanan kerusuhan itu keluar dari berisan. Dan ini sudah masuk dalam pelanggaran disiplin. Misalnya, anggota polisi itu malah lari ke pantai atau entah ke mana," tuturnya. (lin)
Sebagai pimpinan kepolisian di Bima, pihaknya siap menindak anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin itu. Saat ini, kasusnya masih diproses Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
"Kami tetap akan tindak anggota yang terlibat pelanggaran, ini sesuai Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2003. Hukuman maksimalnya penjara 21 hari," ujarnya di ruang rapat kerja Komisi III DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Bentuk pelanggaran disiplin yang dimaksud Kapolda NTB ini adalah tindakan anggotanya yang keluar dari peleton saat pengamanan rusuh itu digelar.
"Jadi ada beberapa di antara polisi dalam peleton pengamanan kerusuhan itu keluar dari berisan. Dan ini sudah masuk dalam pelanggaran disiplin. Misalnya, anggota polisi itu malah lari ke pantai atau entah ke mana," tuturnya. (lin)
()