Apindo Jateng tak khawatir

Rabu, 18 Januari 2012 - 08:45 WIB
Apindo Jateng tak khawatir
Apindo Jateng tak khawatir
A A A
Sindonews.com - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapuskan aturan untuk pekerja kontrak (outsourcing) dalam Undang-undang Nomor 13/- 2003 tentang Ketenagakerjaan disambut dingin oleh kalangan pengusaha di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Meski tanpa penyedia jasa outsourcing, mereka mengklaim tidak akan kesulitan mencari tenaga kerja.

”Saya belum baca keputusan MK soal penghapusan aturan outsourcing itu. Kalau pun yang dihapus sistem outsourcing, itu nggak akan jadi masalah bagi pengusaha,” kata Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Agung Wahono, kemarin.

Diakuinya, selama ini sebagian pengusaha memang mendapatkan tenaga kerja dari perusahaan jasa outsourcing. Dengan adanya keputusan MK tersebut, maka pengusaha akan mencari jalan lain untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.

”Kalau seperti itu kita kan bisa langsung model kontrak dengan pekerjanya. Soal periode waktu berapa lama kontrak dan bisa diperpanjang atau tidak,itu tergantung dari kualitas tenaga kerjanya,” tuturnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY Lilik Syaiful Ahmad berharap putusan MA terkait penataan outsourcingbersifat objektif. Artinya keputusan ini benar - benar dikeluarkan atas landasan landasan yuridis bukan pesanan pihak-pihak tertentu.

Masalah rekrutmen tenaga kerja, kata dia, juga harus ada aturan yang lebih jelas dan rinci. Jika perlu ada sosialisasi kepada semua pelaku usaha dan ekonomi. Sebab keputusan seperti itu jelas akan menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Dengan pemahaman yang sama, maka akan lebih mudah menciptakan iklim investasi dan rekrutmen tenaga kerja yang lebih baik. Menurut Lilik, Hipmi DIY tidak masalah dengan adanya putusan MK tersebut.

Sebab mayoritas anggota Hipmi merupakan pelaku usaha kreatif. Mereka jarang menggunakan tenaga kerja dari penyedia jasa. Anggota Hipmi justru berinteraksi dengan calon tenaga kerja secara langsung.

”Kita akan koordinasi internal dulu, sembari menunggu langkah di pusat sebagai jenjang organisasi tertinggi,” jelasnya. Rekrutmen tenaga kerja di Yogyakarta, kata dia, sebenarnya lebih mudah. Sebab jumlah pencari kerja dengan kebutuhan di perusahaan sama-sama.

Sehingga pencari kerja bisa langsung berhubungan tanpa melibatkan pihak ketiga. Justru outsourcing kerap dilakukan oleh BUMN di daerah. ”Masalah di Yogyakarta justru lebih banyak penerapan di UMP (Upah Minim Provinsi),”tuturnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Untung Sukaryadi belum bisa dikonfirmasi tadi malam.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jateng P Edison Ambarura mengaku belum mendengar adanya keputusan MK terkait penghapusan aturan outsourcing.” Kami belum bisa mengambil langkah-langkah. Akan kita baca hasil putusannya dulu,”katanya singkat.(*)
()
Berita Terkini
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
16 menit yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
6 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
7 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
9 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
9 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved