Gagal pakai balon Sriwijaya Air diangkat dengan craine
Sabtu, 24 Desember 2011 - 16:09 WIB
Gagal pakai balon Sriwijaya Air diangkat dengan craine
A
A
A
Sindonews.com - Evakuasi badan pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir di Bandara Adisucipto, Yogyakarta akhirnya selesai Sabtu (24/12/2011). Pesawat bernomer penerbangan SJ-230 PK-CKN berhasil dipindahkan ke Taxi Way berada di selatan kantor radar atau sekitar 300 meter dari lokasi tergelincir.
Menurut Humas Angkasa Pura Isye Yuviana, proses pemindahan pesawat yang tergelincir Selasa 20 Desember itu berlangsung lancar. Jadwal penerbangan pesawat di bandara pun tidak mengalami gangguan. "Semua clear tidak ada gangguan apapun," katanya kepada Sindonews melalui telepon.
Proses pemindahan pesawat dengan berat 43 ton dilakukan selama dua hari sejak hari Jumat dan baru selesai Sabtu ini. Pemindahan dilakukan dengan cara diangkat menggunakan craine (pengangkat alat berat) yang didatangkan dari Semarang. Sedangkan alat penyangganya didatangkan dari Pemalang.
Proses pemindahan itu memakan waktu hampir delapan jam. Sedianya pesawat dievakuasi menggunakan tiga balon berukuran jumbo atau sulfate pheneumatic elevator yang didatangkan dari Jakarta. Namun ternyata upaya itu gagal.
Pemindahan pesawat itu dilakukan setelah penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan dilanjutkan dengan rapat antara perusahaan, pabrik (Boeing), pihak asuransi, serta Kementerian Perhubungan (KNKT).
Menurut seorang mekanik Sriwijaya Air dari Jakarta yang enggan disebut namanya ada beberapa langkah untuk mengevakuasi badan pesawat. Di antaranya, pesawat diperbaiki di lokasi tersebut atau pesawat dibelah untuk tidak dipergunakan kembali.
Namun, biaya perbaikan pesawat cukup tinggi, bahkan kata dia bisa untuk membeli pesawat yang baru. Apalagi dengan kondisi sayap pesawat itu semuanya rusak parah.“Ya memang demikian, pesawat kalau sudah rusak parah harus dipensiunkan. Itu mesin pesawat pada sisi kiri rusak parah,” katanya.
Seperti diketahui, pesawat yang mengangkut 144 penumpang berangkat dari Jakarta tujuan Yogyakarta tergelincir akibat landasan licin. Padahal, sebelumnya pesawat itu dialihkan pendaratannya ke Bandara Juanda Surabaya pukul 15.25 WIB dan kembali lepas landas Pukul 16.10 WIB ke Yogyakarta dan tergelincir pukul 17.10 WIB. (lin)
Menurut Humas Angkasa Pura Isye Yuviana, proses pemindahan pesawat yang tergelincir Selasa 20 Desember itu berlangsung lancar. Jadwal penerbangan pesawat di bandara pun tidak mengalami gangguan. "Semua clear tidak ada gangguan apapun," katanya kepada Sindonews melalui telepon.
Proses pemindahan pesawat dengan berat 43 ton dilakukan selama dua hari sejak hari Jumat dan baru selesai Sabtu ini. Pemindahan dilakukan dengan cara diangkat menggunakan craine (pengangkat alat berat) yang didatangkan dari Semarang. Sedangkan alat penyangganya didatangkan dari Pemalang.
Proses pemindahan itu memakan waktu hampir delapan jam. Sedianya pesawat dievakuasi menggunakan tiga balon berukuran jumbo atau sulfate pheneumatic elevator yang didatangkan dari Jakarta. Namun ternyata upaya itu gagal.
Pemindahan pesawat itu dilakukan setelah penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan dilanjutkan dengan rapat antara perusahaan, pabrik (Boeing), pihak asuransi, serta Kementerian Perhubungan (KNKT).
Menurut seorang mekanik Sriwijaya Air dari Jakarta yang enggan disebut namanya ada beberapa langkah untuk mengevakuasi badan pesawat. Di antaranya, pesawat diperbaiki di lokasi tersebut atau pesawat dibelah untuk tidak dipergunakan kembali.
Namun, biaya perbaikan pesawat cukup tinggi, bahkan kata dia bisa untuk membeli pesawat yang baru. Apalagi dengan kondisi sayap pesawat itu semuanya rusak parah.“Ya memang demikian, pesawat kalau sudah rusak parah harus dipensiunkan. Itu mesin pesawat pada sisi kiri rusak parah,” katanya.
Seperti diketahui, pesawat yang mengangkut 144 penumpang berangkat dari Jakarta tujuan Yogyakarta tergelincir akibat landasan licin. Padahal, sebelumnya pesawat itu dialihkan pendaratannya ke Bandara Juanda Surabaya pukul 15.25 WIB dan kembali lepas landas Pukul 16.10 WIB ke Yogyakarta dan tergelincir pukul 17.10 WIB. (lin)
()