Pemerintah diminta transparan dalam kasus Mesuji

Kamis, 22 Desember 2011 - 17:02 WIB
Pemerintah diminta transparan...
Pemerintah diminta transparan dalam kasus Mesuji
A A A
Sindonews.com-Mahasiswa asal Lampung berunjuk rasa di depan Mabes Porli dan mendesak pemerintah bersikap netral dan transparan, terhadap penyelesaian kasus pembantaian di Mesuji.

Sambil meneriakan yel-yel mereka pun membawa sepanduk yang beisi tuntutan agar Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) segera mengumumkan hasil temuan di lapangan kepada masyarakat.

Koordinator aksi, Anthon Ferdiansyah menuturkan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Lampung menyangkut kasus sengketa tanah yang bertumpuk-tumpuk dan berulangkali terjadi. Namun hingga kini, tidak pernah ada tindakan tegas dari aparat.

"Apa yang terjadi di Lampung merupakan cermin kegagalan negara ini dalam melindungi warga negaranya," ujarnya.

Mereka juga mendesak sengketa tanah antara rakyat dan sejumlah perusahaan segera dituntaskan. Sebab itu, perlu dilakukan pengukuran ulang tanah yang dikuasasi perusahaan-perusahaan pemegang hak guna usaha (HGU).

"Kembalikan sumber penghidupan rakyat sebagai pemilik tanah, karena negara adalah milik rakyat," jelas Anthon.

Mereka juga meminta pencabutan HGU sejumlah perusahaan yang telah melakukan kejahatan dan kekerasan HAM terhadap rakyat, khususnya di Mesuji. Baik dengan bentuk merampas tanah rakyat, intimidasi maupun penganiayaan.

"Periksa dan adili perushaan-perusahaan yang tersangkut dan tanahnya harus dibagikan ke rakyat," tegasnya.

Pengunjuk rasa juga meminta agar polisi dan TNI tak lagi dijadikan sebagai centeng pembela pengusaha. "Usut tuntas dan adili pejabat atau semua pihak yang terlibat atas tragedi pelanggaran HAM di Mesuji Lampung maupun di Sumsel," pinta dia.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Jenderal Pol Timur Pradopo menegaskan, apabila memang ada anggota polisi yang terlibat dalam kasus Mesuji di Lampung maupun di Palembang, pihaknya tak segan-segan memproses sesuai hukum.

"Bahwa jika memang ada anggota Polri yang menyalahi prosedur atau melanggar hukum, ya kita proses. Sekali lagi, kita sangat menghormati Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) ya," ujar Timur kepada wartawan seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin 2011, pengamanan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 di Monas, Jakarta, hari ini. (WBS)

()
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
27 menit yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
1 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
7 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
8 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
9 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved