Pilgub DKI, PDIP tunggu hasil survei
Senin, 19 Desember 2011 - 08:32 WIB
Pilgub DKI, PDIP tunggu hasil survei
A
A
A
Sindonews.com- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengakui tidak bisa maju sendiri dalam mengusung Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012 mendatang.
Maka itu, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini akan berkoalisi dengan dengan partai lain. Namun, partai mana yang akan digandeng, hingga kini masih dipertimbangkan.
"Kita juga akan melakukan koalisi, karena suara PDIP kurang," Pelaksana Harian Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Jakarta, tadi malam.
Dia juga mengatakan, pihaknya belum menentukan siapa nama calon yang akan diusung dari partai. Oleh karena itu, pihaknya membantah nama Joko Widodo yang belakangan muncul sebagai bakal Cagub DKI Jakarta mendatang merupakan dari PDIP. "Masih belum ada nama yang muncul," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, pertimbangan nama Jokowi sendiri untuk bertarung di DKI Jakarta, masih jauh. Pasalnya masih banyak nama yang menjadi kandidat kuat lainnya. "Kalau (Jokowi) baik ya dicek lagi, kan masih banyak nama. Ada pak Nono Sampono, ada wanita emas Hasnaeni, ada Ribka Tjiptaning, tunggu survei lagi." ucapnya.
Sebelum memutuskan siapa nama yang akan diusung, pihaknya melakukan survei terlebih dahulu terhadap kompetensi dan elektabilitas calon. Ketua Tim 9 Pemenangan Pemilukada DKI untuk PDIP mengungkapkan, ada 19 nama tengah diseleksi sebagai bakal calon.
"Kita sudah lakukan verifikasi calon di tingkat DPD DKI, sekarang namanya sudah masuk ke tingkat DPP dan sudah dikirimkan, nanti akan ada survei lagi," ungkapnya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Kamarudin meragukan kemampuan Joko Widodo dalam memimpin DKI Jakarta kedepan jika terpilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. Meskipun pria yang biasa disapa Jokowi ini sukses memimpin kota Solo, Jawa Tengah.
"Dalam Pemilukada di Solo dia menang mutlak, itu yang menjadi nilai plus. Enggak tahulah di Jakarta. Memang untuk Jakarta tantangannya lebih sulit dari pada di Solo. Beliau juga tidak berdomisili di Jakarta," tukas Kamaruddin.
Bahkan, dia juga menyangsikan Joko Widodo bisa mengulang kesuksesan seperti Pemilihan Wali Kota Solo pada Pilgub DKI Jakarta nanti. Apa lagi, domisilinya bukan di Jakarta.
Jika PDIP tetap ingin mengusung Joko Widodo, koalisi dengan partai lain harus dilakukan. Harapannya, bisa bisa menggalang suara lebih banyak. "Apalagi kalau hanya mengandalkan massa PDIP, repot enggak bakal kuat untuk DKI Jakarta.Kecuali PDIP menggandeng partai besar lain untuk koalisi," imbuhnya.
Maka itu, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini akan berkoalisi dengan dengan partai lain. Namun, partai mana yang akan digandeng, hingga kini masih dipertimbangkan.
"Kita juga akan melakukan koalisi, karena suara PDIP kurang," Pelaksana Harian Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Jakarta, tadi malam.
Dia juga mengatakan, pihaknya belum menentukan siapa nama calon yang akan diusung dari partai. Oleh karena itu, pihaknya membantah nama Joko Widodo yang belakangan muncul sebagai bakal Cagub DKI Jakarta mendatang merupakan dari PDIP. "Masih belum ada nama yang muncul," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, pertimbangan nama Jokowi sendiri untuk bertarung di DKI Jakarta, masih jauh. Pasalnya masih banyak nama yang menjadi kandidat kuat lainnya. "Kalau (Jokowi) baik ya dicek lagi, kan masih banyak nama. Ada pak Nono Sampono, ada wanita emas Hasnaeni, ada Ribka Tjiptaning, tunggu survei lagi." ucapnya.
Sebelum memutuskan siapa nama yang akan diusung, pihaknya melakukan survei terlebih dahulu terhadap kompetensi dan elektabilitas calon. Ketua Tim 9 Pemenangan Pemilukada DKI untuk PDIP mengungkapkan, ada 19 nama tengah diseleksi sebagai bakal calon.
"Kita sudah lakukan verifikasi calon di tingkat DPD DKI, sekarang namanya sudah masuk ke tingkat DPP dan sudah dikirimkan, nanti akan ada survei lagi," ungkapnya.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia, Kamarudin meragukan kemampuan Joko Widodo dalam memimpin DKI Jakarta kedepan jika terpilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. Meskipun pria yang biasa disapa Jokowi ini sukses memimpin kota Solo, Jawa Tengah.
"Dalam Pemilukada di Solo dia menang mutlak, itu yang menjadi nilai plus. Enggak tahulah di Jakarta. Memang untuk Jakarta tantangannya lebih sulit dari pada di Solo. Beliau juga tidak berdomisili di Jakarta," tukas Kamaruddin.
Bahkan, dia juga menyangsikan Joko Widodo bisa mengulang kesuksesan seperti Pemilihan Wali Kota Solo pada Pilgub DKI Jakarta nanti. Apa lagi, domisilinya bukan di Jakarta.
Jika PDIP tetap ingin mengusung Joko Widodo, koalisi dengan partai lain harus dilakukan. Harapannya, bisa bisa menggalang suara lebih banyak. "Apalagi kalau hanya mengandalkan massa PDIP, repot enggak bakal kuat untuk DKI Jakarta.Kecuali PDIP menggandeng partai besar lain untuk koalisi," imbuhnya.
()