BNPB Sebut Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bogor dan Lebak

Senin, 20 Januari 2020 - 06:29 WIB
BNPB Sebut Tambang Ilegal...
BNPB Sebut Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bogor dan Lebak
A A A
BOGOR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa tambang ilegal di wilayah konservasi hulu Taman Nasional Gunung Halimun Salak menjadi pemicu bencana banjir bandang awal tahun 2020 di Kabupaten Bogor dan Lebak. BNPB pun telah melakukan pantauan udara menggunakan helikopter dan menemukan ratusan tenda tambang emas ilegal atau gurandil menjamur di wilayah tersebut.

”Harus kita katakan apa adanya bahwa di bagian hulu Taman Nasional Halimun ada ratusan bangunan tenda biru milik gurandil (istilah pondok-pon dok pertambangan emas ilegal),” ungkap Kepala BNPB Doni Monardo di Jakarta, kemarin.

Menurut Doni, tambang emas ilegal itu disinyalir menjadi salah satu pemicu kerusakan lingkungan yang juga menyebabkan bencana alam, seperti banjir bandang dan tanah longsor terjadi di wilayah Kabupaten Bogor dan Le bak. Selain itu, penggunaan bahan kimia jenis merkuri dalam aktivitas penambangan tersebut juga mencemari lingkungan dan bisa menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat. ”Hal yang sudah telanjur muncul ke permukaan dan menjadi bencana itu merupakan masalah permanen. Oleh sebab itu, solusi yang diambil juga permanen,” kata Doni.

Langkah pertama yang akan dilakukan, kata dia, adalah penindakan hukum dan imbauan larangan penambangan kepada masyarakat. BNPB akan memfasilitasi pembentukan satgas gabungan khusus yang terdiri atas personel kementerian/lembaga dan unsur TNI serta Polri yang menjadi satu kesatuan stakeholder penanggulangan bencana. ”Langkah solusi yang berikutnya dengan memperhatikan aspek sosial dan ekonomi para warga yang menjadi penambang dengan meningkatkan mata pencahariannya,” katanya.

Doni menyatakan, tidak mau masyarakat menjadi kehilangan pekerjaan karena penutupan tambang sehingga akan memunculkan masalah baru pada kemudian hari. Karena itu, menurut dia, harus betul-betul diperhatikan nasib para gurandil dan keberlangsungan ekosistem di Taman Nasional Halimun Salak. ”Kita harus cari solusi yang tentu tidak menimbulkan masalah sosial, contohnya masyarakat kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Selanjutnya sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, solusi yang harus segera dilakukan adalah melakukan penanaman hutan kembali dengan jenis tumbuhan dan vegetasi yang mampu memperkuat tanah sehingga dapat mencegah terjadinya longsor. Jenis tanaman itu adalah rumput vetiver yang dikombinasikan dengan beberapa jenis tanaman keras memiliki nilai ekonomi sehingga bisa menyumbang perekonomian masyarakat.

”BNPB dan KLHK akan melakukan reforestasi dan revitalisasi wilayah bantaran sungai yang mengalami alih fungsi lahan dengan vetiver dan jenis tanaman keras yang punya nilai ekonomis, seperti alpukat, durian, dan sebagainya,” ujarnya.

Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan kesiapannya memimpin pelaksanaan penghijauan kembali wilayahnya yang rusak. Menurut Ade, pihaknya juga akan berfokus terlebih dahulu terhadap penanganan pengungsi yang masih ada dibeberapa titik. Pihaknya juga tengah menyiapkan lahan untuk relokasi para pengungsi karena keselamatan warga menjadi yang utama.

Sebagai catatan jumlah pengungsi akibat bencana yang terjadi pada awal 2020 di Kabupaten Bogor hingga hari ini mencapai 17.869 jiwa dan tersebar di empat kecamatan. ”Setelah persoalan relokasi warga, maka kami selaku pemerintah daerah akan melakukan penghijauan kembali wilayah yang gundul,” kata Ade. (Binti Mufarida)
(ysw)
Berita Terkait
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Bogor
Sukaraja Bogor Diterjang...
Sukaraja Bogor Diterjang Banjir dan Longsor, 4 Orang Luka-luka
Bogor Diterjang Banjir...
Bogor Diterjang Banjir dan Tanah Longsor, Ini Lokasinya
Hujan Deras, Sebagian...
Hujan Deras, Sebagian Wilayah Puncak Bogor Dilanda Banjir hingga Longsor
Tim Gabungan Berjibaku...
Tim Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban Banjir dan Longsor di Jeneponto
9 Kejadian Bencana di...
9 Kejadian Bencana di Bogor, 728 Jiwa Mengungsi
Berita Terkini
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
37 menit yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
38 menit yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
1 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
1 jam yang lalu
Bus Sekolah Gratis Disabilitas...
Bus Sekolah Gratis Disabilitas Pemkot Tangsel Dapat Sambutan Positif dari Orang Tua
2 jam yang lalu
Kecelakaan Maut Tewaskan...
Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di Pantura Indramayu, DPR: Pikap Angkut Penumpang Itu Ilegal!
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved