Kontroversi Irjen Nana Jadi Kapolda Metro, Pengamat: Isu Geng Solo Tak Usah Direspons

Jum'at, 27 Desember 2019 - 00:22 WIB
Kontroversi Irjen Nana...
Kontroversi Irjen Nana Jadi Kapolda Metro, Pengamat: Isu Geng Solo Tak Usah Direspons
A A A
JAKARTA - Penunjukan Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya menuai kontroversi. Bahkan ada pihak yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang memainkan ‘Geng Solo’. Mengingat, Irjen Nana pernah menjadi Kapolresta Surakarta ketika Jokowi menjadi Wali Kota Solo.

Pakar Hukum Tata Negara, Margarito, menilai opini yang menggiring Presiden Jokowi sedang membangun ‘Geng Solo’ tidak perlu direspons. Menurut dia, penunjukan Irjen Nana sebagai Kapolda Metro Jaya sudah memenuhi syarat hukum.

“Bukan tidak usah dibesar-besarkan (Geng Solo), tapi tidak usah direspons. Anggap saja itu angin biasa di alam politik,” kata Margarito kepada wartawan, Kamis (26/12/2019). (Baca juga: Kapolda Metro Jaya Ditunjuk Jadi Wakapolri)

Ia menjelaskan, bagi siapa pun polisi yang diputuskan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, tentu sudah melalui proses memegang jabatan apapun di dalam organisasi Polri. Maka, harus diasumsikan memenuhi syarat hukum dan kualifikasi teknis untuk jabatan tersebut.

“Saya tahu dan dapat memahami dinamika setiap pengangkatan seseorang menduduki jabatan, itu dinamika sangat biasa. Tapi secara hukum itu tidak penting, karena tidak ada isu yang dalam dinamika itu tidak dapat diverifikasi secara empiris,” ucapnya.

Selain itu, Margarito melihat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) dan Kapolri Jenderal Idham Azis pasti memiliki catatan positif untuk menunjuk Irjen Nana menjadi Kapolda Metro Jaya. Maka, Nana harus bisa memastikan Jakarta menjadi nyaman bagi semua orang.

“Lagi pula saya tidak mengerti ada polisi yang berseberangan dengan Presiden RI dan/atau pejabat lain dalam kerangka tata negara,” jelas dia.

Oleh karena itu, ia mengingatkan Irjen Nana jangan aneh-aneh menjadi Kapolda Metro di Jakarta. Sebab, Jakarta adalah tempat Indonesia menyelengarakan pemerintahan, termasuk dunia menempatkan diplomatnya.

“Jakarta juga barometer sejumlah soal dalam kehidupan nasional. Nana harus dapat secara nyata tunjukan dan pastikan dia kapabel untuk semua pihak,” tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Daftar 5 Kapolres Baru...
Daftar 5 Kapolres Baru Dilantik oleh Kapolda Metro Jaya
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Polda Metro Jaya Mutasi...
Polda Metro Jaya Mutasi 175 Personel, Ada Jabatan Kapolsek Digeser
Halte TJ Polda Metro...
Halte TJ Polda Metro Jaya Kembali Beroperasi Pasca Pembakaran
Polda Bali dan Polda...
Polda Bali dan Polda Metro Jaya Menonjol Dalam Anev Implementasi Presisi Polri
4 Kapolsek Polda Metro...
4 Kapolsek Polda Metro Jaya yang Dimutasi ke Ditintelkam Polda Metro Jaya, Salah Satunya Masih Berpangkat AKP
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
2 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
2 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
3 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
9 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
9 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved