Rencana DAS Maya Raja Ampat Bentuk Kepala Suku Adat Rawan Konflik

Kamis, 19 Desember 2019 - 06:11 WIB
A A A
Sementara itu, salah satu Tokoh Perempuan suku Maya, Raja Ampat, Adriana Imelda Daat menyayangkan adanya rencana pembentukan kepala suku Kawe oleh DAS Maya. Menurut Dian panggilan akrab Adriana, sekelompok orang yang mengatasnamakan DAS Maya hanya menjual jati diri mereka sebagai anak adat dan mencari sepiring nasi.

"Menjual jati diri demi sepiring nasi, Kam (kalian) sehat? Mati lapar? Gangguan mental atau apalah? Angkat kepala Suku Kawe?? Kapan kam (kalian/dewan adat suku Maya) turun sosialisasi di Masyarakat? Kampung dimana kam bukan MusDat dimana? Abis (usai) angkat kepala suku Kawe abal-abal trus kam mo kukuhkan siapa jadi anak Adat?Murahan, otak dangkal!" tulis Dian dalam postingan Facebooknya, Rabu (18/12/2019).

Lebih lanjut, Dian Daat yang juga merupakan putra kandung Almarhum Daniel Daat yang merupakan kepala suku pertama Suku Kawe dalam postingannya menegasakan bahwa keturunan mereka dalam adat Suku Kawe sangatlah jelas.

" Almarhum bapa saya kepala suku Kawe dan turunannya jelas. Jadi kam lagi jelaskan kam pu silsilah. Stop bawa-bawa nama suku karena kam hanya sekelompok kecil manusia pecundang yg digunakan utk kepentingan orang yang isi otaknya sama spt kalian!!!, Kam mo baku jual demi kepentingan politik itu kam pu urusan tapi Adat??Sabar dulu tra segampang itu. Itu HARGA DIRI&JATI DIRI #savesukuMaya #savesukuKawe #politikR4overlimit," tegas Dian Daat yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Kabupaten Raja Ampat ini.

Dian Daat yang juga Ketua Umum HIPMI Papua Barat ini dengan tegas meminta kepada Kapolres Raja Ampat untuk tidak mengeluarkan izin kegiatan karena kegiatan tersebut ilegal dan tidak sah. Pasalnya dilaksanakan untuk kepentingan sekelompok orang dapat menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat adat Suku Maya, khususnya suku Kawe sendiri.

"Bapak Kapolres Raja Ampat, untuk tidak mengeluarkan izin pelaksanaan kegiatan dimaksud, karena ini sangat berbahaya, harus ada pertemuan seluruh anak adat terlebih dahulu sebelum kegiatan ini dilaksanakan, jangan sampai dipaksakan yang akhirnya menimbulkan pertikaian Hinga pertumpahan darah di dalam Sesama anak adat suku Maya (suku Kawe)," tandas Dian Daat.
(kri)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1725 seconds (10.177#12.26)