Gelar Protes, Warga Bekasi Minta Pemerintah Pusat Tidak Hapus Jamkesda

Rabu, 11 Desember 2019 - 14:16 WIB
Gelar Protes, Warga...
Gelar Protes, Warga Bekasi Minta Pemerintah Pusat Tidak Hapus Jamkesda
A A A
BEKASI - Ratusan warga Kota Bekasi menggelar aksi protes dengan petisi di Icon Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (11/12/2019). Ratusan warga tersebut meminta agar Pemkot Bekasi tetap mempertahankan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dalam produk Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kepependukan (KS-NIK).

Apalagi, masyarakat tidak mampu di Kota Bekasi merasa terbantu dan sembuh dari penyakit yang tak bisa ditangani dengan uang pribadi. "Jika produk Kartu Sehat mempunyai nilai-nilai luhur dalam butir Undang-Undang 1945 sebagaimana yang di cita-citakan para pendiri bangsa," kata Syahrul Ramdhan kepada SINDO, Rabu (11/12/2019).

Koordinator aksi Forum Pemuda Pemudi Pejuang Kartu Sehat Bekasi ini mengatakan, selain pendidikan, kesehatan gratis adalah hak bagi warga masyarakat Indonesia tanpa terkecuali Kota Bekasi. "Jadi saya tegaskan jangan kebiri kesehatan gratis, masyarakat selama ini sangat terbantu," ungkapnya.

Menurut Syahrul, program yang telah berjalan sejak tahun 2012 silam ini telah menyelamatkan kematian dini. Meski demikian, bukan berarti Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) dalam produk BPJS buruk. Namun mayoritas warga di Kota Bekasi lebih banyak yang memilih Kartu Sehat ketimbang BPJS.
Gelar Protes, Warga Bekasi Minta Pemerintah Pusat Tidak Hapus Jamkesda

Pertimbangannya adalah layanan yang diberikan dari produk Kartu Sehat secara gratis, berbeda dengan BPJS yang harus mengeluarkan uang per satu bulan. Ditambah, tidak semua warga Kota Bekasi mampu melaksanakan kewajiban iuran apabila Jamkesda dalam produk Kartu Sehat terintegrasi dengan Jamkesnas.

Dengan demikian, lanjut Syahrul, tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menekan daerah yang mempunyai terobosan dalam sistem kesehatan dengan mengintegrasikan ke Jamkesnas. Jikapun harus terintegrasi dengan BPJS, pemerintah untuk menggratiskan iuran BPJS Kesehatan.

Syahrul menyatakan seharusnya BPJS Kesehatan menjadi program utama pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis. Sebab, undang-undang juga jelas mengamanatkan pemerintah anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari total APBN.

Disisi lain, produk Kartu Sehat Bekasi menurut dia memberikan pengaruh besar bagi harga diri seseorang. Misalnya saja, jika pada beberapa tahun silam masyarakat miskin harus berbondong-bondong membawa selebaran Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)."Kami butuh kartu sehat ini," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Camat Bekasi Selatan:...
Camat Bekasi Selatan: ICHC Berikan Layanan Kesehatan Terbaik untuk Masyarakat
8 Juta Masyarakat Ikut...
8 Juta Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis, 3 Penyakit Ini Paling Banyak Ditemukan
Relawan Ganjar Bantu...
Relawan Ganjar Bantu Masyarakat Dapat Akses Kesehatan Gratis
Pertamina Retail Gelar...
Pertamina Retail Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SPBU Jakarta dan Bekasi
Layanan Kesehatan Homecare...
Layanan Kesehatan Homecare Lorong ke Lorong
Tim Perahu Sehat Pulau...
Tim Perahu Sehat Pulau Bahagia Hadirkan Layanan Kesehatan ke Pulau-Pulau Terpencil
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
7 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
7 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
8 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
14 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
14 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
16 jam yang lalu
Infografis
Israel Minta Warga Lebanon...
Israel Minta Warga Lebanon Mengungsi, Serangan Besar Dimulai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved