Semakin Parah, Kemacetan di Kota Satelit Dikeluhkan Warga

Rabu, 04 Desember 2019 - 11:48 WIB
Semakin Parah, Kemacetan...
Semakin Parah, Kemacetan di Kota Satelit Dikeluhkan Warga
A A A
JAKARTA - Kemacetan parah yang sering terjadi dikota satelit banyak dikeluhkan masyarakat. Kawasan di sekitar Metland Transyogi, Cileungsi, Bogor, misalnya, pada jam pergi dan pulang kantor, kemacetan parah kerap terjadi.

"Parahnya, ketika kemacetan terjadi, petugas keamanan mengalihkan jalur untuk masuk ke perumahan Metland Transyogi, memutar hingga bundaran McDonald’s. Bukannya memperlancar lalu lintas, malah membuat kemacetan bertambah parah,’’ ujar Irwan Waskito, warga Jonggol, Bogor, kemarin.

Menurut Waskito, akibat kemacetan tersebut, waktu tempuh pengguna jalan menjadi lebih lama 30-45 menit. Belum lagi pemakaian bahan bakar (BBM) jadi boros. Kejadian ini dialami hampir setiap hari. Untuk itu, dia meminta pengembang mencari solusi pengaturan jalan, dan menempatkan petugasnya, terutama pada jam-jam sibuk.

Dia pun meminta perhatian Pemkab Bogor terhadap masalah ini. Sebab, jalur Cibubur-Jonggol (Transyogi) hingga Cianjur merupakan jalur ekonomi yang banyak dimanfaatkan untuk lalu lintas bagi permukiman, distribusi komoditas pertanian dan manufaktur yang menggerakkan perekonomian di Kabupaten Bogor.Senada dengan Waskito, Ahmad Hermawan, warga Cileungsi yang bekerja di Jl. Jend Sudirman, Jakarta, mengatakan, pertigaan Metland Tranyogi merupakan urat nadi lalu lintas bagi warga Bogor, menjadi titik kemacetan merugikan banyak warga permukiman di sekitar Cileungsi-Jonggol.

“Macet kendaraan di jalan itu bisa mencapai 1 km tanpa solusi yang jelas sampai saat ini.Kadang cuma ditangani oleh warga, tapi itutidak banyak membantu,’’ kata Hermawan.

Dia juga mengharapkan Pemkab Bogor dengan kepolisian memberikan perhatian serius untuk menangani masalah kemacetan di titik tersebut. Koridor Cibubur-Jonggol-Cianjur adalah kawasan pengembangan properti, khususnya perumahan yang banyak diincar oleh pengembang-pengembang besar. Hal itu karena cadangan lahan yang relatif luas tersedia di kawasan itu dengan harga yang masih murah.

Di samping pengembang kecil, banyak pengembang besar yang masuk ke kawasan ini, sebut saja Ciputra Group, Metropolitan Land, Suryamas Dutamakmur, dan Kalindo Land. (Anton C)
(nfl)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
1 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
1 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
3 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved