Anggap Sistem Bermasalah, DPRD Akan Panggil Bank dan OJK

Rabu, 20 November 2019 - 21:03 WIB
Anggap Sistem Bermasalah,...
Anggap Sistem Bermasalah, DPRD Akan Panggil Bank dan OJK
A A A
JAKARTA - Bobolnya uang di ATM sebesar Rp32 miliar diduga tak lepas dari sistem yang bermasalah. Karena itu, DPRD DKI Jakarta berencana memanggil direksi bank bersangkutanSelain memanggil petinggi bank, DPRD juga berencana meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta untuk menginvestigasi kasus ini.
“Jangan menganggap remeh bobolnya Rp32 miliar. Bukan karena pencuri, tapi ini adalah aset DKI. Kami akan menginvestigasinya,” kata anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Yuke Yurike, Rabu (20/11/2019).

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan bakal memecat anggotanya apabila terbukti bersalah mencuri uang di ATM bank Rp32 miliar. Hal itu merupakan sanksi terberat yang didapat apabila melanggar hukum.

Yuke menilai kejadian itu tak lagi bisa ditolerin. Sebab berkaca dari beragam kasus bobol bank, kejadian yang terjadi di DKI berproses cukup lama, lantaran pembobolan dilakukan selama tiga bulan.

Berkaca dari itu, Yuke meyakini adanya kesalahan sistem. Karena itu, wacana untuk menginvestigasi kasus harus dilakukan. OJK sebagai pengawas independent perbankan bakal diundang menyisir masalah di Bank DKI. “Makanya saya ini enggak mau berandai andai. Yang pasti ini ada masalah pada sistem,” tegasnya.

Berada di Ibu Kota dengan menyimpan APBD terbesar se-Indonesia, Yuke melihat sewajarnya Bank DKI dilindungi sistem canggih dengan keamanan terbaik. Terlebih bila membandingkan dengan bank jabar banten (bjb), Yuke melihat Bank DKI jauh lebih buruk.

“Kita lihat bagaimana BJB berkembang dalam dua tahun terakhir. Padahal wilayah mereka jauh lebih besar, nasabahnya pun tak sebanyak DKI, namun kualitas jauh lebih baik,” papar Yuke.

Termasuk mengenai kartu elektronik (e-money), Yuke melihat kartu Bank DKI maupun ATM kerap bermasalah. Bahkan dalam beberapa kasus dua benda itu terkadang tak bisa digunakan. “Ini juga yang nanti menjadi agenda untuk pemanggilan di Komisi B dan C,” ucap Yuke.

Yuke sependapat, seandainya Rp32 miliar itu dibagi dengan waktu 90 hari yang merupakan lama waktu pencurian, kemudian dibagi lagi dengan 12 orang pelaku, maka setidaknya Rp29,5 juta hilang setiap harinya di Bank DKI.

Nilai itu, kata Yuke, sangat kontras dengan ATM 12 oknum Satpol PP yang hanya bisa melakukan penarikan per hari sebesar Rp10 juta. “Artinya ada Rp19 juta yang menguap, ini kan masalah,” tuturnya.
(poe)
Berita Terkait
Raup Rp95 Juta, Pelaku...
Raup Rp95 Juta, Pelaku Ganjal ATM di Rest Area Merak-Jakarta Diringkus Polisi
Baru Bobol Rp1 Juta...
Baru Bobol Rp1 Juta dari ATM di Cengkareng, Pria Ini Keburu Ditangkap Satpam
Maling Bobol Mesin ATM...
Maling Bobol Mesin ATM di Bogor, Dua Pelaku Bawa Alat Las dan Tabung Gas
Rekening Bank Belasan...
Rekening Bank Belasan Warga Cengkareng Dibobol lewat Skiming ATM
Pura-pura Jadi Teknisi,...
Pura-pura Jadi Teknisi, Pemuda Ini Gasak Mesin UPS ATM Bank
2 Maling Modus Ganjal...
2 Maling Modus Ganjal ATM Ditangkap, 5 Pelaku Masih Diburu
Berita Terkini
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
26 menit yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
51 menit yang lalu
Mobil Maung Tabrak Rambu...
Mobil Maung Tabrak Rambu di Tol Dalam Kota, Begini Kronologinya
52 menit yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas
2 jam yang lalu
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved