Ormas Diberi Wewenang Kelola Parkir, Ini Kata Pengelola Minimarket

Senin, 04 November 2019 - 18:37 WIB
Ormas Diberi Wewenang...
Ormas Diberi Wewenang Kelola Parkir, Ini Kata Pengelola Minimarket
A A A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana memberdayakan organisasi masyarakat guna memaksimalkan potensi pajak parkir luar ruang. Pengusaha retail setempat mulai khawatir, hal tersebut akan menurunkan omset pendapatan mereka.

Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya, Reza Pahlevi mengatakan, sejak awal pihaknya tidak pernah menentukan tarif parkir di seluruh titik gerai Alfamart. Meskipun, ada di beberapa titik gerai, pengurus RT/RW, organisasi masyarakat serta perseorangan yang
meminta izin untuk mengelola tarif parkir. "Aslinya kita tidak pernah mengutip uang parkir di seluruh gerai yang ada," katanya kepada wartawan, Senin (4/11/2019).

Menurut dia, pihaknya sudah mengetahui adanya upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah dengan cara mengelola parkir di seluruh gerai toko retail yang ada. Namun, dari pihak manajemen tidak pernah mendukung ataupun menolak.

"Bagi kami, siapapun yang mengelola asalkan tidak pasang muka seram nongkrong di salah satu gerai membuat calon pembeli takut dan tidak jadi membeli hal itu ya boleh saja," ungkapnya. (Baca: Viral Video Minta Jatah Parkir di Minimarket, Ormas di Bekasi Minta Maaf )

Sebelumnya diberitakan, sebuah video berdurasi kurang lebih delapan menit viral di aplikasi percakapan sosial. Bersamaan dengan vido tersebut, sebuah pesan berantai pun menyertai.

Dalam pesan tersebut tertulis bahwa Kota Bekasi mendukung ormas menjadi pemeras pengusaha retail di wilayah setempat. Apalagi, video tersebut menjadi perbincangan hangat dikalangan netizen.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyampaikan, saat ini pihaknya sedang memilah potensi pajak yang bisa dimaksimalkan. Namun, sejalan dengan hal tersebut juga ada peningkatan kesejahteraan yang dilakukan dengan membuka lapangan kerja baru melalui organisasi kedaerahan.

"Ini kan upaya untuk mewujudkan 150 ribu lapangan kerja, organisasi kederahan kita bina melalui pemanfaatan SDM (Sumber Daya Manusia)," katanya.

Menurut dia, pernyataan soal adanya perlindungan premanisme di Kota Bekasi tentunya akan mengganggu iklim investasi yang ada. Namun, dirinya meluruskan bahwa nantinya pemberdayaan organisasi kedaeraah akan dibina melalui sebuah badan hukum.

"Ini jelas mengganggu, jadi bukan kita mendukung premanisme, yang bisa dilakukan pemerintah adalah memberdayakan, membina dengan sebuah aturan. Aturan tersebut harus dipatuhi kalau mau terlibat membangun kota," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Bekasi Wajibkan Pengunjung...
Bekasi Wajibkan Pengunjung Minimarket Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
Viral Gerombolan Rampok...
Viral Gerombolan Rampok Sasar Minimarket di Tambun Bekasi
Banyak Sidik Jari di...
Banyak Sidik Jari di TKP, Polisi Kesulitan Identifikasi Pembobol Minimarket
Hilangkan Jejak, Pembobol...
Hilangkan Jejak, Pembobol Minimarket di Bekasi Gasak Perangkat CCTV
Dishub Kota Bekasi Laporkan...
Dishub Kota Bekasi Laporkan Pria Kekar Perusak Rambu Lalu Lintas ke Polisi
Polisi Gulung Perampok...
Polisi Gulung Perampok Bersenjata Spesialis Minimarket di Bekasi
Berita Terkini
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
35 menit yang lalu
Tangis Pecah di Indramayu,...
Tangis Pecah di Indramayu, 12 Korban Kecelakaan Maut Pantura Dimakamkan, 6 Kritis Dirawat
1 jam yang lalu
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
11 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
12 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
12 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
18 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved