Menhub Sebut Konektivitas Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Joglosemar

Sabtu, 21 September 2019 - 17:44 WIB
Menhub Sebut Konektivitas...
Menhub Sebut Konektivitas Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata Joglosemar
A A A
YOGYAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, konektivitas menjadi kunci dalam pengembangan pariwisata di kawasan Joglosemar (Yogyakarta–Solo-Semarang). Untuk itu, perlu jalur transportasi berupa jalan, bandara, dan rel kereta api, sebagai akses untuk menghubungan kawasan wisata.

"Konektivitas ini, di antarnya dengan membangun YIA (Yogyakarta International Airport/Bandara Internasional Yogyakarta) sebagai akses utama yang akan mendistribusikan penumpang atau wisatawan ke berbagai tempat di sekitar Joglosemar," kata Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara kunci seminar bertajuk, "Tourism Supply Chain Management , Harnessing Supply and Value Chain for Tourism Industry in Indonesia", di MM UGM, Sabtu (21/9/2019).

Budi menjelaskan, Bandara Internasional Yogyakarta yang memiliki runway lebih dari 3.000 meter bisa menampung semua jenis pesawat dan dapat melayani penerbangan internasional secara langsung ke berbagai Negara, baik Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. "Konektivitas dengan internasional sudah ada. sekarang bagaimana kita menghubungkan YIA dengan berbagai tempat lain," paparnya.

Selain itu. akan dibangun jalan tol dan jalur kereta api yang menghubungkan kawasan Joglosemar. Selain itu juga akan membangun jalur KA dari Yogyakarta menuju Bawen lewat Borobudur juga sudah dirancang dan diharapkan terealisasi pada 2021.

Jalur KA ke Borobudur dari Yogyakarta, nantinya akan dikombinasi dengan jalan kereta api lama dan baru dan mengikuti jalan tol. “Jalur kereta api akan sejalan dengan jalan tol biar sekaligus pembebasan tanahnya," terangnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranomo mengatakan, ekonomi pariwisata merupakan bagian dari ekonomi ke depan. Namun, dia juga tak memungkiri masih banyak kendala untuk mewujudkan output ekonomi yang besar dari pariwisata seperti infrastruktur dan hal teknis lainnya.

"Kalau saya bicara daya tarik wisata Jawa Tengah, kita punya 212 objek wisata. Saya juga punya perda mendorong 1 desa menjadi 1 desa wisata agar pengembangan wisata dari ujung ke ujung, bahkan kalau baik, nanti akan diberi insentif Rp1 miliar. Namun, kita tidak punya minimum standar agar itu bisa menarik. Kenapa kita tidak bisa menjual itu," jelasnya.
(wib)
Berita Terkait
5 Destinasi Wisata di...
5 Destinasi Wisata di Bahrain, Ada Pohon Legendaris Usia 400 Tahun
Berkunjung ke Jepara,...
Berkunjung ke Jepara, Jangan Lewatkan 6 Destinasi Wisata Ini
6 Tempat Wisata Menarik...
6 Tempat Wisata Menarik yang Harus Dikunjungi di 2022
10 Tempat Wisata Paling...
10 Tempat Wisata Paling Aneh, Ada Taman Bertema Toilet di Korea Selatan
Anti-Bosan! Kemenpar...
Anti-Bosan! Kemenpar Hadirkan Atraksi Wisata Seru Lewat BBWI di Bangka Belitung
Mitigasi Kondisi Darurat,...
Mitigasi Kondisi Darurat, Kemenparekraf Susun Pedoman Pengembangan Destinasi Wisata Aman Bencana
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved