BMKG Minta Warga di Sulawesi Utara Waspadai Ancaman Kekeringan

Minggu, 01 September 2019 - 19:56 WIB
BMKG Minta Warga di...
BMKG Minta Warga di Sulawesi Utara Waspadai Ancaman Kekeringan
A A A
MANADO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) kembali mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis. Pasalnya, saat ini 6 dari 7 zona musim di Sulut berdasarkan analisis hujan update 01 September 2019, Sulut telah memasuki musim kemarau.

Karena itu kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi, BMKG Stasiun Klimatologi Minahasa Utara, Muhammad Candra Buana, diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan tersebut.

Dijelaskan, hasil data hari tanpa hujan (HTH) hingga 01 September 2019 menunjukan beberapa wilayah di Sulawesi Utara mengalami deret hari tanpa hujan berturut–turut lebih dari 21 hari.

"Prakiraan peluang curah hujan menunjukan bahwa beberapa daerah di prakirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20mm/ dasarian), dengan peluang lebih dari 70%," ujarnya.

Oleh sebab itu menurutnya, kondisi di atas memenuhi syarat untuk dikeluarkan peringatan dini. Monitoring HTH menunjukkan secara umum di wilayah Sulawesi Utara mengalami hari tanpa hujan dengan kriteria menengah (11–20 hari) meliputi Bolaang Mongondow Utara di daerah Pinogaluman, Kabupaten Minahasa di Kecamatan Pineleng, Minahasa Tenggara di Ratatotok, kemudian Kabupaten Talaud di Kecamatan Lirung.

Kemudian ada beberapa wilayah dengan kriteria sangat panjang (31–60 hari) meliputi Kota Bitung khususnya di Kecamatan Aertembaga, Lembeh Timur dan Matuari.

Sedangkan di Kabupaten Bolaang Mongondow di Bolaang dan Dumoga. Kemudian di Bolaang Mongondow Utara Khususnya di Kecamatan Kaidipang, Boltim di Kotabunan dan Mitra di Ratahan.

Selain itu di Minahasa Utara di Kecamatan Likupang Barat dan Likupang Timur serta Kecamatan Wori. Berikutnya Sitaro di Siau Tengah dan Tagulandang. "Sedangkan di Kota Manado meliputi Kecamatan Mapanget, Malalayang dan Bunaken," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
39 menit yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
1 jam yang lalu
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
6 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
11 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
11 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
11 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved