Kampung Digital Vokasi UI Cegah Anak Pelaku Kekerasan Seksual dan Kriminal

Minggu, 30 Juni 2019 - 10:57 WIB
Kampung Digital Vokasi...
Kampung Digital Vokasi UI Cegah Anak Pelaku Kekerasan Seksual dan Kriminal
A A A
DEPOK - Para tenaga pelatih Kampung Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) mengikuti sekolah P3SPS bersama 30 perwakilan dari media. Selain itu sebanyak 200 peserta terdiri atas remaja, orang tua, dan guru juga mengikuti Pelatihan Think Before You Share.

Dalam dua kegiatan tersebut seluruh peserta mendapat pembekalan dari akademi vokasi UI yaitu Devie Rahmawati dan Amelita Lusia. Founder Klinik Digital Vokasi UI, Devie, menuturkan, jumlah anak-anak di Indonesia saat ini sebanyak 87 juta jiwa atau sepertiga dari populasi. Anak-anak itu sebagian besar menjadi penikmat tayangan di media konvensional dan media sosial.

"Studi menunjukkan bahwa anak dan remaja memerlukan tayangan untuk membantu mereka mendapatkan referensi menghadapi kehidupan. Ketika referensi tersebut tidak mendidik, alhasil, kita nyaris setiap hari dikejutkan dengan perilaku-perilaku negatif anak dan remaja," ujarnya.

Namun sayangnya, kata dia, dua media yang paling digemari anak yaitu TV dan Internet justru merupakan media yang paling tidak ramah terhadap anak. Riset 2016 menunjukkan bahwa TV dan Internet hanya memberikan tayangan sehat sebesar 13% dan 11%.

"Berbagai tayangan di kedua media tersebut sarat dengan kekerasan, adegan seksual, aktivitas paranormal, klenik, mistis, horor, perilaku tidak pantas, hubungan asmara dan sebagainya," ungkap peneliti sosial Vokasi UI itu.

Mengenai Kampung Digital, Devie menuturkan, kegiatan ini merupakan program berkelanjutan (sustainaibility) yang diasuh oleh HM Vokasi Humas dan Klinik Digital Vokasi sepanjang tahun. "Berbagai modul tentang community enggement, privacy and reputation, safety and wellbeing, information literacy, positive behavior, identity exploration dan content production, menjadi materi-materi yang kami butuhkan untuk berbagi dengan berbagai kalangan di Kampung Digital Vokasi, secara gratis di kota Depok," ucapnya.

Di tempat yang sama, dosen tetap Humas Vokasi UI, Armelita Lusia, menambahkan, pihaknya dilatih untuk mampu mengidentifikasi, membedakan dan menyusun laporan berbasis aturan undang-undang tentang tayangan-tayangan yang tidak sehat untuk anak. "Kami belajar untuk mengenal dan memahami Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) yang terdiri atas 54 pasal dan Standar Program Siaran (SPS) dengan 94 pasalnya," katanya.

Soal media sosial, dirinya belajar tentang keamanan fasilitas online, bagaimana berbagi konten online yang baik, berperilaku online yang positif. "Kami belajar tentang standar komunikasi komunitas, kebijakan-kebijakan platform media sosial hingga tips pengasuhan di era digital," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Kejahatan di Depok Menurun,...
Kejahatan di Depok Menurun, Aksi Kriminalitas Terjadi Perlambatan 1 Jam 54 Menit
Pelecehan Seksual Anak...
Pelecehan Seksual Anak di Kota Depok Meningkat 6 Bulan Terakhir
Kejahatan Seksual
Kejahatan Seksual
Komnas PA Sebut Depok...
Komnas PA Sebut Depok Zona Merah Kejahatan Seksual Anak
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Tragis, Pria di Depok...
Tragis, Pria di Depok Tewas Ditikam saat Tidur di Rumah
Berita Terkini
Wilayah dan Cabang Desak...
Wilayah dan Cabang Desak Perubahan Total PBNU, Minta Muktamar ke-35 NU Digelar di Jakarta
37 menit yang lalu
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
1 jam yang lalu
Ngaku Tentara saat Ditegur...
Ngaku Tentara saat Ditegur di Trotoar Depok, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf
1 jam yang lalu
Pesawat PT AMA Diduga...
Pesawat PT AMA Diduga Ditembaki hingga Dibakar KKB Baru Pimpinan M Mbalingga
3 jam yang lalu
Perkuat Pelayanan Masyarakat,...
Perkuat Pelayanan Masyarakat, Partai Perindo Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan dan LBH Gratis di Pati
3 jam yang lalu
Konser HS Hey Slank...
Konser HS Hey Slank Sambangi Bandung, Spirit Dukung Industri Kreatif
3 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved