SMK Harus Buat Lompatan Kurikulum untuk Kurangi Pengangguran

Rabu, 19 Juni 2019 - 17:43 WIB
SMK Harus Buat Lompatan...
SMK Harus Buat Lompatan Kurikulum untuk Kurangi Pengangguran
A A A
BANDUNG - Harus ada lompatan besar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak ada kesenjangan antara lulusan dengan kebutuhan industri jauh. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterserapan lulusan SMK di dunia kerja.

Kepala Sekolah SMK Nasional Dedy Hermadi mengakui, saat ini industri bergerak begitu cepat, mengikuti kemajuan zaman dan teknologi. Akibatnya tidak sedikit dari kurikulum pendidikan yang tertinggal.

Kondisi itu menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kebutuhan industri dan lulusan SMK. Tak heran, kendati SMK hadir untuk mencetak lulusan siap kerja, pada kenyataannya, angka pengangguran tertinggi dari tingkat SMK.

"Dunia usaha larinya lebih cepat. Misalnya kita masih berkutat di perkabelan, mereka sudah menggunakan wireless. Oleh karenanya, perlu terobosan agar lulusan kita bisa terserap," jelas Dedy pada acara pelepasan siswa SMK Nasional angkatan 9 di Hotel Jayakarta, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung, Rabu (19/6/2019).

Menurut dia, salah satu unsur penting yang harus dibenahi adalah konsep pembelajaran siswa SMK yang masih tradisional, lebih banyak tatap muka di kelas. Semestinya, konsepnya dibuat layaknya suasana kerja atau mirip bangku perkuliahan.

"Mereka disiapkan untuk bekerja, tapi konsep belajar masih seperti sekolah pada umumnya (tatap muka di kelas). Sebenarnya konsep bekerja bisa dimulai dari disiplin belajar. Mereka nantinya terbiasa saat bekerja," bebernya.

SMK Nasional, kata dia, tak hanya melakukan penyesuaian pada beberapa metode pembelajaran, tetapi juga melakukan penguatan pada tenaga pengajar. Misalnya melakukan upgrading guru agar menguasai ilmu kekinian. Termasuk merekrut guru dari praktisi.

Sementara itu, Perwakilan Yayasan Pendidikan Nasional Sri Wulandari Retno mengatakan, pihaknya mendukung penuh agar lulusan SMK Nasional terserap pasar. Bagaimana sekolah membuat inovasi dan terobosan agar lulusan SMK sesuai perkembangan zaman.

"Walaupun untuk SMK kami baru meluluskan sembilan angkatan, tapi hampir 90% alumni kami bekerja. Untuk yang lulusan tahun ini saja, hampir 50% sudah bekerja. Padahal mereka baru saja mau lulus," jelasnya.
(wib)
Berita Terkait
Blended Learning Management...
Blended Learning Management System Bantu Akselerasi Pendidikan di Indonesia
Tips Lolos Rekrutmen...
Tips Lolos Rekrutmen Bersama Perusahaan BUMN Tahun 2024
Bursa Kerja Terbuka...
Bursa Kerja Terbuka Sidoarjo Tawarkan 1.000 Lowongan
Ribuan Pencari Kerja...
Ribuan Pencari Kerja Sesaki Job Fair Bekasi
5 Aplikasi Info Lowongan...
5 Aplikasi Info Lowongan Kerja buat Mahasiswa yang Baru Lulus
Pencari Kerja Wajib...
Pencari Kerja Wajib Tahu 5 Tren Pekerjaan di Tengah Pandemi
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
10 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
19 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved