Selama 2 Tahun, Mbah Slamet asal Pekalongan Tinggal di Kandang Itik

Selasa, 18 Juni 2019 - 09:39 WIB
Selama 2 Tahun, Mbah...
Selama 2 Tahun, Mbah Slamet asal Pekalongan Tinggal di Kandang Itik
A A A
PEKALONGAN - Seorang kakek bernama Slamet (84) warga RT 17/4, Dukuh Gempol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, hidup sebatang kara dalam kondisinya memprihatinkan. Kakek renta yang kerap dipanggil Mbah Slamet ini tinggal di gubuk sempit ,dekat irigasi jauh dari tetangga.

Slamet tinggal di gubuk yang dibuatnya sendiri tersebut selama bertahun-tahun. Sehari- hari, sang kakek tinggal bareng dengan ayam dan itik peliharaanya, tak ada barang berharga atau stok makanan di tempat ini.

Untuk makan dan kebutuhan sehari- hari, kakek ini juga sangat kesulitan, bahkan kadang tidak makan. Dia hanya bertahan hidup dengan makan dari bantuan orang melintas atau tetangga yang peduli.
Selama 2 Tahun, Mbah Slamet asal Pekalongan Tinggal di Kandang Itik

"Saya sudah lebih dari dua tahun tinggal di gubuk yang saya buat sendiri, selama ini makan dan kebutuhan lain dari warga yang melintas juga dari warga sekitar. Kadang menjual itik atau ayam yang saya pelihara ke warga sekitar, untuk membeli makan,” kata Slamet kepada MNC Media pada Selasa (18/6/2019).

Kondisi Slamet ini juga tidak lah sehat, dia menderita sakit hernia tanpa penanganan memadai. "Sakit saya sudah lama dan karena tak ada biaya sehingga tidak berobat," ujarnya.

Aji Purwo, relawan Kabupaten Pekalongan menuturkan, mendapati kakek ini tinggal di gubuk dan sudah berusaha untuk mencarikan bantuan. "Saya mendapat informaasi lalu saya cek ternayat benar ada kakek yang tinggal digubug lalu kita data dan semoga bisa ada yang membantu," tutur Aji Purwo.

Aji berharap pemerintah kabupaten segera tanggap dan bisa menolong warga ini agar tidak terlantar dan sakitnya bisa diobati. "Dalam waktu dekat ini, akan berusama mencari keluarga yang masih mau menampung. Jika tidak ada, akan disalurkan ke panti sosial atau warga yang bisa merawatnya, terutama memenuhi kebutuhan sehari hari," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
1 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
3 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
4 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
4 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
4 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved