DKI Sebut Indeks Lalin TomTom sebagai Keberhasilan Penanganan Transportasi

Minggu, 16 Juni 2019 - 19:41 WIB
DKI Sebut Indeks Lalin...
DKI Sebut Indeks Lalin TomTom sebagai Keberhasilan Penanganan Transportasi
A A A
JAKARTA - Indeks Lalu Lintas Tom Tom (TomTom Traffic Index) melaporkan bahwa tingkat kemacetan di Jakarta menurun. Penurunan dari 61 menjadi 53 persen pada 2018 menempatkan Jakarta dalam peringkat tujuh yang paling tercemar di dunia, naik dari peringkat keempat pada 2017.

Tingkat kemacetan rata-rata di Jakarta adalah 53 persen pada 2018, dibandingkan pada 2017 yaitu sebesar 61 persen. Angka tersebut menjadikannya kota yang menunjukkan "peningkatan terbesar" tahun lalu.

"Percaya atau tidak, lalu lintas beberapa kota menurun dari waktu ke waktu. Indeks Lalu Lintas TomTom melaporkan bahwa tingkat kemacetan menurun di Jakarta," kata akun Twitter indeks pada hari Jumat, 14 Juni 2019.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan, perubahan ini tentunya tidak hanya sebagai wujud keberhasilan Pemprov dalam mengembangkan layanan angkutan umum terintegrasi, namun juga sebagai dampak perubahan positif di masyarakat dimana penggunaan angkutan umum sudah menjadi kebiasaan dan budaya baru masyarakat urban di Jakarta.

"Capaian ini tentu akn jadi semangat bagi Pemprov dan seluruh stake holder transportasi untuk terus berkolaborasi mengembangkan layanan terintegrasi sehingga modal share 60 persen mobilitas masyarakat gunakan angkutan umum dapat diwujudkan," kata Sigit saat dihubungi, Minggu (16/6/2019).

Sigit menjelaskan, hasil survei tom tom tersebut adalah berdasarkan perkembangan pembangunan di bidang transportasi oleh Pemprov DKI. Di antaranya yaitu pembangunan jalan simpang tak sebidang seperti underpass dan flyover; Penutupan perlintasan sebidang Kreta Api; perluasan kebijakan ganjil genap.

Kemudian, lanjut Sigit, Re-design Jalan Thamrin dan Sudirman sehingga semakin lebar tanpa adanya jalur lambat; Adanya program Jaklingko yang merangkul angkutan umum dalam manajemen dishub dki sehingga tidak ngetem sembarangan karena sudah mengacu pada sistem rupiah perkilometer dan saat ini telah dioperasikan Mass Rapid Transit (MRT) yang akan disusul operasional Light Rail Transit (LRT);
Mengintegrasikan Transjakarta dengan MRT, angkutan perkotaan dan mewadahi program Jaklingko.

"Bersama dengan seluruh stake holder baik Kemenhub maupun Dishub di Bodetabek untum mengembangkan transportasi dari dan ke daerah pemukiman ke kota serta ke bandara," jelasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Kurangi Kemacetan, Pembangunan...
Kurangi Kemacetan, Pembangunan MRT Tomang-Medan Satria Dimulai 2024
MRT Fase Dua Mulai Dibangun...
MRT Fase Dua Mulai Dibangun Akhir Juli 2020, Telan Biaya Rp22,5 Triliun
Capai 11,15 Persen,...
Capai 11,15 Persen, Pembangunan MRT Stasiun Glodok Sudah Tahap Guide Wall
Perjalanan MRT dari...
Perjalanan MRT dari Stasiun ASEAN ke Senayan Terganggu Sore Ini, Kenapa?
MRT Bukan Sekadar Bisnis...
MRT Bukan Sekadar Bisnis Transportasi Biasa, MRTJ Accel Diluncurkan
Operasional MRT Jakarta...
Operasional MRT Jakarta Kembali Normal setelah Terjadi Gangguan
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
36 menit yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
2 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
2 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
3 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
3 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved