Masyarakat Ciamis Diminta Tak Ikut Gerakan People Power

Rabu, 15 Mei 2019 - 08:40 WIB
Masyarakat Ciamis Diminta...
Masyarakat Ciamis Diminta Tak Ikut Gerakan People Power
A A A
JAKARTA - Masyarakat Ciamis diminta untuk tidak mengikuti ajakan gerakan people power yang dapat berdampak buruk terhadap keutuhan bangsa. Hal itu dilontarkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ciamis KH Arif Ismail Chowas.

"Kami mengimbau dan menyerukan kepada masyarakat Kabupaten Ciamis dan Pangandaran secara umum, khususnya kaum muslim dan para santri untuk tidak terpancing dan tidak ikut-ikutan dengan kelompok-kelompok yang tadi kami sampaikan atau kelompok yang mengajak untuk melawan hukum," kata KH Arif, Rabu (15/5/2019).

Dia menolak segala bentuk perlawanan terhadap hukum. "Atas nama Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ciamis dan Forum Guru Ngaji Imam Tajuk Kabupaten Ciamis menolak segala gerakan-gerakan yang inkonstitusional, yang berkenaan dengan melawan hukum, yang berkenaan dengan menggerakkan massa atau people power," katanya.

Ketua MUI kabupaten Ciamis KH Ahmad Hidayat mengatakan, hal-hal yang berhubungan dengan Pemilu 2019, baik Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) sudah selesai dengan jujur, adil, transparan dan demokratis.

"Atas nama Ketua MUI Ciamis, kami mengimbau masyarakat agar tidak perlu menimbulkan gejolak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata KH Ahmad Hidayat.

Dia mengajak masyarakat yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2019 dengan jalan yang lebih maslahat. "Carilah jalan lain. Jalan yang lebih maslahat demi kejayaan bangsa dan Negara," ujarnya.

Senada dengan KH Ahmad Hidayat dan KH Arif, Pimpinan Pondok Pesantren Arrisalah KH Asep Saeful Millah pun menyuarakan hal yang sama. Di bulan Ramadhan, kata dia, masyarakat harus menjaga hawa nafsu.

"Kata-kata orang bijak, menghilangkan memaslahatan harus lebih didahulukan daripada mendatangkan memaslahatan," kata dia.

Tidak hanya datang dari tokoh agama, Tokoh Seni dan Budayawan Ciamis, Godi Suwarna juga menolak gerakan people power.

"Masyarakat Indonesia yang sudah dipersatukan dengan keanekaragaman budaya, agama, suku dan adat ini akan terpecah belah dengan adanya aksi power people," kata Godi.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tak terbawa arus atau turut serta dalam aksi people power. "Mengingatkan masyarakat agar tidak tergiring aksi people power dan fokus dengan aktivitas keseharian saja," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Lumbung Suara PDIP di...
Lumbung Suara PDIP di Jakarta pada Pemilu 2019, Paling Banyak di Dapil 10
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved