Kemiringan Jalur Puncak Dievaluasi dan Kendaraan Besar Dibatasi

Jum'at, 03 Mei 2019 - 23:03 WIB
Kemiringan Jalur Puncak...
Kemiringan Jalur Puncak Dievaluasi dan Kendaraan Besar Dibatasi
A A A
BOGOR - Seringnya terjadi kecelakaan tunggal di jalur Puncak, khususnya di kawasan Tanjakan Selarong, Desa Cibogo, Megamendung, Kabupaten Bogor, yang diduga selain faktor human error, tingkat kemiringan jalan juga menjadi sorotan dan dijadikan bahan evaluasi pihak terkait.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suko, menyadari di jalur Puncak terdapat beberapa titik jalan yang memiliki tingkat kemiringan cukup membahayakan.

"Meski belum ada evaluasi dalam waktu dekat, tapi penting juga disadari masyarakat bahwa kondisi Jalan Nasional, Puncak, Bogor ini memang di dominasi perbukitan. Nah, untuk menghindari insiden seperti kecelakaan lalu lintas perlu perhitungan yang tepat dan mengetahui kondisi jalurnya," ungkapnya, JUmat (3/5/2019).

Tak hanya itu, menurutnya penting juga pengetahuan dan kesadaran saat berkendara, misalnya dari segi kecepatan maupun tentang kondisi jalan yang bakal dilintasi. "Dan untuk bus seharusnya dari perusahaan itu kembali melakukan pengecekan kelayakan armadanya," tuturnya. (Baca: Tak Kuat Menanjak, Bus Terguling di Puncak 5 Luka-luka )

Ia menegaskan dengan selain di Tanjakan Selarong yang sering terjadi kecelakaan, juga perlu diwaspadai kemiringan jalan yang berada di Desa Cipayung Girang, Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Kita sudah memiliki data terkait titik-titik jalan yang memiliki kemiringan cukup tajam. Di jalur Puncak ini tersebar di Kecamatan Megamendung, Cisarua bahkan hingga perbatasan Cianjur, jadi dihimbau kepada pengguna jalan jangan sembarangan memacu kecepatan, apalagi di jalur yang berkelok tajam," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, pihaknya berdalih hanya bisa berupaya untuk meminimalisir kemungkinan kecelakaan dengan cara membangun escape lane (Jalur Penyelamat) seperti yang sudah dibangun di Tanjakan Selarong itu.

Akan tetapi, jalur penyelamat tersebut hanya difungsikan untuk kendaraan yang mengalami kegagalan transmisi atau rem blong ketika sedang dalam kondisi jalanan menurun.

"Untuk escape lane kita baru ada satu. Dan untuk membangun escape lane dibeberapa lokasi itu, kita butuh rekomendasi dari komisi nasional keselamatan transportasi. Kalau sudah ada rekomendasi itu baru bisa dianggarkan," ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Hati-hati! Ini 4 Faktor...
Hati-hati! Ini 4 Faktor Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Kecelakaan Maut di Jalan...
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bogor, Seorang Perempuan Tewas
Prancis Ganti Nama Kecelakaan...
Prancis Ganti Nama Kecelakaan Lalu Lintas Fatal Jadi Pembunuhan Lalu Lintas
Risiko Kecelakaan Lalu...
Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi, JRP Lakukan Ini
Polisi Ini Rela Menambal...
Polisi Ini Rela Menambal Jalan Berlubang Demi Mencegah Lakalantas
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
58 menit yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
1 jam yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
1 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
2 jam yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved