Jelang Ramadhan, Kawasan Tanah Abang Penuh Sesak dan Macet Parah

Jum'at, 03 Mei 2019 - 17:49 WIB
Jelang Ramadhan, Kawasan...
Jelang Ramadhan, Kawasan Tanah Abang Penuh Sesak dan Macet Parah
A A A
JAKARTA - Jelang bulan puasa Ramadhan, kawasan Tanah Abang , Jakarta Pusat, terlihat kembali penuh sesak. Banyak masyarakat yang memenuhi sentra perbelanjaan terbesar di Indonesia itu sehingga membuat arus lalu lintas lumpuh total.

Pantauan SINDOnews di lokasi Jumat (3/5/2019), kemacetan lalu lintas terlihat mengular hingga kawasan Petamburan. Keberadaan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan di lokasi seakan tidak bisa berbuat banyak. Kontan, kesemrawutan tak terkendali dan bunyi klakson kendaraan tak henti-hentinya terdengar di sepanjang jalan. (Baca juga: Jelang Ramadhan, Satpol PP Terus Awasi Tanah Abang dari Serbuan PKL)

Situasi ini terlihat hampir di sepanjang Jalan KS Tubun, Thamrin, hingga Jatibaru. Sejumlah kendaraan penuh sesak di kawasan ini. Masyarakat juga hilir mudik memenuhi sejumlah ruas jalan, sehingga membuat arus lalu lintas terganggu.

Kondisi ini diperburuk dengan banyaknya angkutan umum yang berhenti dan ngetem sembarangan. Ditambah lagi sejumlah bus besar yang menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan. Akibatnya kondisi kawasan Tanah Abang kain semrawut.

Kepadatan jalan kian parah dengan banyaknya kurir barang yang hilir mudik. Mereka umumnya menggunakan gerobak sepanjang 2 meter. (Baca juga: Anies Perang Mulut dengan Prasetio soal Tanah Abang, Kenapa?)

Djoko (36), salah satu pengendara, mengaku, kondisi Tanah Abang semacam ini sudah terjadi sejak sepekan lalu.
“Ini kalau ditambah PKL yang berjualan di pinggir jalan, pasti makin parah. Bahkan saya yakin kendaraan enggak bisa melintas,” ucap Djoko di lokasi.

Djoko yang hampir setiap hari melintasi kawasan Tanah Abang juga menyebutkan, jika sebelumnya kemacetan hanya kerap terjadi di dekat Blok G dan Blok A, sepekan terakhir kemacetan meluas hingga ke Jalan Jatibaru. (Baca juga: Skybridge Tanah Abang Rampung, Jalan Jatibaru Kembali Difungsikan)

Terlebih kepadatan yang terjadi hingga ke Jalan KS Tubun. Keberadaan sejumlah ojek online yang mangkal di bawah flyover dekat Stasiun Tanah Abang, membuat arus lalu lintas kian terhambat. “Coba kalau pagi bisa sampai 30 menit lewatin fly over aja. Macetnya parah,” ucap Djoko.

SINDOnews kemudian menjajal jalanan yang disebut Djoko kerap macet parah. Awalnya melewati Jalan KS Tubun, kemudian ke Jalan Kebon Jati, dan belok ke Blok A, lalu kembali ke Jalan Jatibaru saat siang hari.

Dari rentan waktu itu, SINDOnews mencatat menempuh perjalanan sepanjang 2 kilometer dengan waktu tempuh 2 jam. Kemacetan terparah terjadi di Jalan Jatibaru dan Jalan Kebon Jati. Saking padatnya, tampak banyak pengendara sepeda motor yang kelelahan karena ditambah panas terik matahari.
(thm)
Berita Terkait
Halau PKL, 100 Personel...
Halau PKL, 100 Personel Satpol PP Dikerahkan Berjaga di Kawasan Tanah Abang
100 Personel Satpol...
100 Personel Satpol PP-Dishub Dikerahkan Jaga Ketat Kawasan Tanah Abang
Waspada! Pencopet Barang...
Waspada! Pencopet Barang Belanjaan Pengunjung Gentayangan di Pasar Tanah Abang
Pengunjung Pasar Tanah...
Pengunjung Pasar Tanah Abang Membeludak, Lalu Lintas Macet Parah
Pasar Tanah Abang Kini...
Pasar Tanah Abang Kini Lengang dan Sepi Pembeli, Belanja Lebaran Sudah Kelar?
Pengunjung Pasar Tanah...
Pengunjung Pasar Tanah Abang Terus Membeludak, Pengendara Nyaris Tidak Bisa Bergerak
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
9 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
9 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
10 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
11 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
11 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
14 jam yang lalu
Infografis
Ciri Yakjuj dan Makjuj...
Ciri Yakjuj dan Makjuj dan Kemunculannya Jelang Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved