Tiga Warga Kabupaten Serang Meninggal, Bupati Serang Minta Pemilu Dievaluasi

Jum'at, 26 April 2019 - 23:03 WIB
Tiga Warga Kabupaten...
Tiga Warga Kabupaten Serang Meninggal, Bupati Serang Minta Pemilu Dievaluasi
A A A
SERANG - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta pemerintah pusat benar-benar mengevaluasi pemilihan umum calon presiden dan legislatif (pilpres dan pileg) serentak. Proses demokrasi lima tahunan ini telah membuat tiga orang pahlawan demokrasi asal Kabupaten Serang meninggal dunia.

Mereka yakni Reza Agustian Maulana, petugas Linmas TPS 11 Desa Kadubeurum, Kecamatan Pabuaran. Madisa petugas di TPS 12 Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, dan Yoyok Winoto, petugas TPS 24, Desa Margatani, Kecamatan Kramatwatu. “Tiga warga Kabupaten Serang, pejuang sekaligus sudah menjadi pahlawan demokrasi meninggal dunia. Kami sangat berduka,” kata Tatu usai takziah ke keluarga Yoyok di Desa Margatani, Jumat (26/4/2019) sore.

Tatu juga sudah mengutus pejabat Pemkab Serang untuk takziah ke rumah duka keluarga Reza di Pabuaran dan Madisa di Pamarayan. “Kami menyampaikan bela sungkawa, dan saling menguatkan, kepada keluarga pahlawan demokrasi untuk sabar dan ikhlas. Ini duka kita bersama, duka seluruh warga Kabupaten Serang,” ujarnya.

Menurut Tatu, proses demokrasi pileg dan pilpres serentak sangat menguras tenaga dan pikiran para penyelenggara mulai dari KPPS hingga KPU. “Prosesnya luar biasa melelahkan, dan saya mendapat informasi banyak juga penyelenggara yang sakit,” ujarnya.

Tatu selaku Bupati Serang sudah memerintahkan seluruh puskesmas di Kabupaten Serang untuk menyiagakan petugas kesehatan di seluruh tempat rapat pleno perhitungan suara, baik di tingkat kecamatan yang tengah berlangsung. Maupun di tingkat KPU Kabupaten Serang yang akan dimulai 1 Mei mendatang.

Pemerintah Kabupaten Serang akan mengirimkan surat kepada Presiden dan DPR RI untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan pemilu serentak. “Harus dievaluasi oleh pemerintah pusat. Ke depan, jangan ada lagi pejuang demokrasi yang meninggal,” tegasnya.

Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, saat ini proses perhitungan suara di 29 kecamatan di Kabupaten Serang sudah mencapai 98 persen. Kemudian akan diteruskan rapat pleno KPU Kabupaten Serang mulai 1 Mei mendatang.

Menurut Abidin, petugas KPPS yang meninggal banyak yang diakibatkan kelelahan dan mempunyai riwayat penyakit yang lain. “Data pejuang demokrasi yang meninggal, sudah kami sampaikan kepada KPU RI. Kami selaku penyelenggara, tentu juga sangat berduka. Yakinlah, kami sudah bekerja dengan baik, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
(akn)
Berita Terkait
Perangi Covid-19, PMI...
Perangi Covid-19, PMI Turunkan Gunner di Ibu Kota Banten
Milenial Apresiasi Kemajuan...
Milenial Apresiasi Kemajuan Kabupaten Serang
Diapresiasi DPR RI,...
Diapresiasi DPR RI, Bupati Serang Perjuangkan Nasib Honorer
Teriakan Takbir dan...
Teriakan Takbir dan Tangis Ratu Tatu Iringi Doa Ulama
Istri Mensos Apresiasi...
Istri Mensos Apresiasi Penanganan Covid-19 di Kabupaten Serang
Bupati Serang Ratu Tatu...
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah: Idul Adha Menguji Ketaqwaan
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
4 jam yang lalu
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
4 jam yang lalu
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
4 jam yang lalu
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
5 jam yang lalu
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
5 jam yang lalu
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
5 jam yang lalu
Infografis
Intelijen AS Minta ISIS...
Intelijen AS Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved